KONAWE UTARANEWSPOLITIK

Ketua Hanura Siap Dampingi Ruksamin di Pilkada Konut

785
×

Ketua Hanura Siap Dampingi Ruksamin di Pilkada Konut

Sebarkan artikel ini

Reporter: Mumun
Editor: Kardin

WANGGUDU – Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Herman Sewani yang mengklaim jika koalisi partainya di Pilkada 2020 adalah Hanura dan PDI Perjuangan mendapat respon dari Partai Hanura.

Ketua DPC Partai Hanura Konut, Samir mengakui, jika postur koalisi partainya saat ini telah terbangun di DPRD Konut bersama PBB dan PDI Perjuangan.

Menurut Samir, dirinya siap jika diminta untuk mendampingi Ketua DPW Sultra, Ruksamin dalam Pilkada 2020 di Bumi Oheo sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup).

“Saya selaku pimpinan partai menunggu keputusan Pak Ruksamin. Kalau beliau menunjuk saya mendampinginya, saya siap dengan segala jiwa raga saya,” katanya, Kamis 30 Januari 2020.

Sangat layak bila Ruksamin yang juga petahana itu mengajak Ketua Komisi C DPRD Konut ini di Pilkada 2020. Pasalnya, Samir telah terbukti sebagai salah satu figur yang ditokohkan karena telah menjabat sebagai anggota DPRD selama tiga periode.

Tiga periode menjadi anggota DPRD bukanlah waktu yang pendek. Terlebih dua kursi Ketua Komisi di DPRD telah dijabatnya. Di mana periode pertama menjadi Ketua Komisi II dan di periode ke dua dan tiga menjadi Ketua Komisi III.

“Saya kira dengan pengalaman saya di DPRD selama tiga periode sudah cukup. Apalagi pernyataannya kemarin Ketua DPC PBB bahwa kader internal partai menginginkan sosok politisi pendamping beliau. Tapi semua itu kita kembalikan sama Pak Ruksamin yang memutuskan siapa yang akan mendampinginya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PBB Konut, Herman Sawani mengatakan, dari hasil diskusi di tataran kader dan pengurus partai sejumlah calon mulai masuk pembahasan. Dalam diskusi tersebut kader menginginkan seorang politisi menjadi pendamping Ruksamin.

“Di kalangan kader ini sudah ada diskusi-diskusi kecil soal itu. Kalau saya lihat, birokrasi kayaknya belum. Masih politisi kayaknya,” kata Herman.

You cannot copy content of this page