BAUBAUBUDAYAPROV SULTRA

Lembaga Kesultanan Budaya Buton Sematkan Gelar Adat untuk Pj Gubernur Sultra

1596
×

Lembaga Kesultanan Budaya Buton Sematkan Gelar Adat untuk Pj Gubernur Sultra

Sebarkan artikel ini

BAUBAU, Mediakendari.com – Lembaga Kesultanan Budaya Buton menyematkan gelar adat kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol Andap Budhi Revianto di aula kantor Wali Kota Baubau, Selasa 17 Oktober 2023.

Andap digelari “Mia Ogena Bhawaangi Yi Sulawesi Tenggara” oleh Sultan Budaya, La Ode Muhammad Izat Manarfa. Ia pun berterima kasih atas penganugerahan gelar tersebut.

“Saya bangga menjadi kerabat dan sesepuh dalam daerah eks kesultanan Buton. Gelar ini merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi saya untuk dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik lagi di Sultra, Bumi Anoa yang kita cintai bersama ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Izat Manarfa menjelaskan makna sebutan untuk Pj Gubernur yakni “Mia Ogena” berarti seorang pemimpin yang profesional, pandangan jauh kedepan (visioner), karismatik, pengayom, jujur, amanah, fathanah, tabligh, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.

Sementara itu “Bhawaangi Yi Sulawesi Tenggara” bermakna batasan wilayah atau ruang lingkup kerja yang menjadi tanggung jawab dalam mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Sulawesi Tenggara.

“Pj. Gubernur Sultra memiliki kinerja dan prestasi sebagai pimpinan yang profesional, visioner, jujur, dan amanah dalam mengelola sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat di Sultra,” ujarnya.

Ia berharap penganugerahan gelar kesultanan dapat membuat daerah kesultanan, khususnya kota Baubau, semakin maju, sejahtera, dan berbudaya.

Selama masa kepemimpinan Andap, ia telah menunjukkan prestasi bagi Pemerintahan Sulawesi Tenggara termasuk bagi kemajuan budaya Buton. Hadir dalam penganugerahan gelar kesultanan ini perangkat kesultanan Buton, jajaran pemerintah serta forkopimda Kota Baubau dan Kabupaten Buton. Turut hadir pula para Bupati dari Buton Selatan, Buton Tengah, Muna Barat, dan Wakatobi.

You cannot copy content of this page