oleh

Mahasiswa Korban Pembacokan OTK Tuding Polda Sultra Main Mata Atas Kasusnya

Reporter : Hendrik
Editor: Kang Upi

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dituding main mata dalam pengungkapan kasus pembacokan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO).

Tundingan tersebut disampaikan korban pembacokan yakni Muhammad Iksan. Ia juga mengkritik lambannya penanganan kasus tersebut.

“Dugaan saya sudah ada main mata dalam kasus saya ini. Kemarin pihak kepolisian mengatakan pelaku pembacokan sudah tidak berada di Kota Kendari. Lah ini ada apa ?,” kata Iksan kepada MEDIAKENDARI.com via Whatsapp, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, jika aparat kepolisian sudah mengetahui lokasi pelaku yaitu bukan di wilayah Kota Kendari, mengapa hingga saat ini tidak ada tindakan dari aparat kepolisian.

“Kok tidak ada tindak lanjut dari kepolisian,” ungkapnya. Iksan juga menceritakan luka akibat bacokan yang dideritanya sudah sembuh. Namun tetap meninggalkan bekas luka.

Ia juga mengaku menyesesalkan kinerja aparat kepolisian yang belum juga berhasil mengungkap kasus yang menimpah dirinya, bahkan setelah memasuki hari ke-21.

Sementara saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Masih dikejar,” singkatnya saat dikonfirmasi via Whatsapp.

Untuk informasi, Iksan menjadi korban pembacokan OTK di Kampus UHO pada 2 Januari 2020 lalu, seusai dirinya berunjuk rasa menyoal sengkarut tambang nikel di Kabupaten Konawe Utara.

Terkini