oleh

Muhammad Farhan, Eks Korban Penyanderaan Abu Sayyaf Pulang Kampung

Reporter: Adhil
Editor: Kardin

BAUBAU – Muhammad Farhan, korban penyanderaan Abu Sayyaf asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya tiba di kampung halamannya di Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau, Jumat (24/01/2020).

Muhammad Farhan akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah dirinya berhasil dibebaskan pasukan militer Filipina, pada Rabu (15/01/2020), sekira pukul 18.45 waktu setempat.

Muhammad Farhan tiba di Kota Baubau sekira pukul 01.00 Wita menggunakan jalur udara. Didampingi langsung dua orang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Muhammad Farhan langsung disambut Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau mewakili Pemerintah Kota Baubau dan sejumlah sanak saudara yang telah menunggu kepulangannya.

Kepada sejumlah awak media, Muhammad Farhan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Filipina dan semua pihak terkait lainnya yang telah berupaya membantu membebaskan dirinya serta Ayah, Maharuddin dan Saudaranya Samiun dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf.

“Saya sangat bersukur sekali dan saya cuma bisa ucapkan terima kasih kepada semua yang sudah membantu bebaskan kami,” ucap Farhan.

Sementara ayah Farhan, Maharuddin yang lebih dahulu berhasil dibebaskan dari penyanderaan Abu Sayyaf tidak banyak memberikan komentar atas kepulangan putra tercintanya itu di Baubau.

“Legah, bersyukur, terima kasih sekali Pemerintah Indonesia,” ucap Maharuddin singkat.

Tempat sama, Ibu Muhammad Farhan, Wa Daya juga tidak kuasa menahan air mata melihat putra tercintanya telah kembali berkumpul bersama mereka.

Sama halnya dengan yang diucapkan suaminya, Wa Daya hanya bisa bersyukur kepada yang maha kuasa dan ucapan terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Filipina.

“Terima kasih sekali, Alhamdulillah,” kata Wa Daya singkat.

Sebelumnya, Muhammad Farhan disandera kelompok Abu Sayyaf bersama Ayahnya, Maharuddin Lunani dan kerabatnya Samiun di perairan Malaysia pada 24 September 2019 yang lalu.

Atas penyanderaan itu, pihak Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar 30 peso atau senilai Rp 8,3 miliar untuk pembebasan ke tiga sandera, namun akhirnya, Muhammad Farhan berserta ayah dan kerabatnya itu, berhasil dibebaskan oleh militer Filipina. (b)

Terkini