BAUBAUMETRO KOTAPERISTIWA

Pacar Hamil Jadi Pemicu, Dua Oknum TNI Habisi Nyawa Wanita di Baubau

718
Korban diketahui bernama Waode Nur Kiki alias Kiki (23). Ia ditemukan warga pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 12.30 WITA dalam kondisi mengenaskan.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Motif pembunuhan sadis terhadap seorang wanita muda yang ditemukan tewas di bawah jembatan Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya terungkap.

Detasemen Polisi Militer (Denpom) 14/3 Kendari mengungkap, aksi keji tersebut dipicu persoalan kehamilan.

Korban diketahui bernama Waode Nur Kiki alias Kiki (23). Ia ditemukan warga pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 12.30 WITA dalam kondisi mengenaskan. Saat ditemukan, korban tanpa busana, tubuhnya telah membusuk, terdapat luka bakar, robekan di leher, serta benturan di kepala akibat benda tumpul.

Warga yang pertama kali menemukan jasad korban sempat merekam video dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Penyelidikan awal dilakukan oleh Polres Baubau.

Namun, penanganan kasus ini kemudian diambil alih oleh Subdenpom Baubau dan Denpom Kendari, setelah terungkap bahwa terduga pelaku merupakan anggota TNI.

Dua oknum TNI yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut masing-masing berinisial Prada Y (19) dan Prada Z (19). Keduanya kini telah diamankan dan berada dalam pengawasan ketat Detasemen Polisi Militer Kendari.

Komandan Detasemen Polisi Militer 14/3 Kendari, Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela, membenarkan keterlibatan dua oknum anggota TNI dalam kasus tersebut.

Ia menjelaskan bahwa motif pembunuhan berkaitan dengan tuntutan pertanggungjawaban dari korban.

“Motifnya karena pacarnya hamil, jadi korban minta pertanggungjawaban,” ujar Letkol CPM Hariyadi kepada wartawan.

Informasi yang beredar menyebutkan, sebelum kejadian, korban sempat terlibat cekcok dengan para pelaku.

Pertengkaran itu diduga berujung pada aksi kekerasan hingga menghilangkan nyawa korban.

Saat ini, pihak Denpom masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih menunggu hasil autopsi. Setelah itu, TNI akan merilis hasil pemeriksaan secara resmi. Proses penyidikan masih kami dalami,” pungkas Hariyadi.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menuai beragam reaksi masyarakat. Pihak TNI menegaskan komitmennya untuk memproses hukum para pelaku secara tegas dan transparan sesuai aturan yang berlaku. (C)

Laporan: Ahmad Mubarak

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version