Reporter : Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Pembubaran paksa demonstrasi warga Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang menuntut pencabutan IUP tambang, di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (6/3/2019) menyisahkan luka mendalam.
Pasalnya, pembubaran paksa oleh aparat keamanan dilakukan dengan pukulan, serta tembakan gas air mata, water canon bahkan lemparan batu terhadap warga Wawonii. Hasilnya, puluhan orang luka-luka dan bahkan beberapa diantaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Suharno misalnya, warga Konkep ini harus dilarikan ke RSUD Kota Kendari akibat mengalami luka di bagian pelipis kiri dan hidung, akibat dikeroyok pihak pengamanan dengan menggunakan pentungan dan laras.
Baca Juga :
- MBG Kembali Makan Korban di SMA 1 Tongauna Konawe, Ketua KNPI Sultra Berang : Jangan Ada yang Dilindungi
- PT KDI Buka Suara Soal Longsor Langgikima: Prioritaskan Korban dan Siap Kooperatif dalam Investigasi
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Lima ASN Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi di Konawe, GERAK SULTRA Pertanyakan Kesungguhan Penyidik Terhadap Kasus Makan Minum Saat Pj Bupati Harmin Ramba Rp, 9, 2 M
- Polres Konawe Tetapkan Lima ASN Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Rp883 Juta
Seorang lainnya, yakni Adi Maliano yang juga terpaksa dilarikan ke Puskesmas Poasia karena memar dibagian kepala, pundak dan perut akibat dikeroyok puluhan Satpol PP.
Koordinator aksi, Mando Maskuri menerangkan akibat pembubaran paksa disertai kekerasan tersebut terdapat puluhan peserta aksi yang mengalami lebam bahkan beberapa orang terpaksa dilarikan di Rumah Sakit.
“Banyak teman kami mengalami luka-luka bahkan dilarikan di Rumah Sakit akibat dipukuli,” paparnya, pada Kamis (6/3/2019).
Dari data yang diterima mediakendari.com hasil pendataan Koordinato Aksi, terdapat 22 orang peserta aksi yang mengalami luka berat dan ringan atas pembubaran paksa tersebut.
Untuk daftar peserta aksi yang mengalami luka berat dan ringan yang dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit, yakni :
1) Suharno (mengaku mengalami kesakitan di bagian betis, paha, dada, dan kepala). Masuk RSUD Kota Kendari.
2) Adi Maliano (memar di bagian kepala, pundak dan perut). Masuk Puskesmas Poasia.
3) Rizal alias Obama (tertembak di kaki kiri). Masuk Puskesmas Poasia.
- Luka Ringan*
1) Isal (mahasiswa)
2) Fitran (masyarakat)
3) Kandarman (masyarakat)
4) Abarudin (masyarakat)
5) Anton (masyarakat)
6) Rinta (masyarakat)
7) Mustamin (masyarakat)
8) Wilman (mahasiswa)
9) Wiwin Irawan (masyarakat)
10) Ichal (mahasiswa)
11) Nukman (mahasiswa)
12) Alam (masyarakat)
13) Agus (mahasiswa)
14) Anhar (mahasiswa)
15) Feby (mahasiswa)
16) Hilda (mahasiswa)
17) Gemal (masyarakat)
18) Salam (masyarakat)
19) La Iri (masyarakat).(a)
