BREAKING NEWSKONAWENASIONALNEWSPemerintahanPENDIDIKAN

Peringatan Hari Guru di Sultra Dirangkaian dengan Menanam 2,7 juta Bibit Sayur untuk Ketahanan Pangan di SMKN PP 5 Konawe

886
×

Peringatan Hari Guru di Sultra Dirangkaian dengan Menanam 2,7 juta Bibit Sayur untuk Ketahanan Pangan di SMKN PP 5 Konawe

Sebarkan artikel ini

KENDARI, Mediakendari.com – Momentum Peringatan Hari Guru di Sulawesi Tenggara (Sultra) sekaligus dirangkaikan dengan menanam 2,7 juta bibit sayur untuk program ketahanan pangan yang dilakukan oleh guru dan siswa secara serentak se-Sultra, Sabtu 25 November 2023.

Kegiatan penanaman ini rupanya mendapat apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) ditandai dengan penganugerahan piagam penghargaan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto atas rekor penggagas penanaman bibit sayur serentak oleh peserta terbanyak.

“Selain peringatan Hari Guru, para guru dan siswa se Sultra terlibat dalam program ketahanan pangan dengan menanam lebih dari 2,7 juta bibit sayur-sayuran. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, maka siswa dapat belajar dengan bebas dan merdeka,” kata Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto saat membuka kegiatan di SMKN PP 5 Konawe.

Andap menyebut, sayur-sayuran yang ditanam diantaranya 1.004.269 bibit cabai, 902.788 bibit tomat, 370.000 bibit bawang dan 461.428 bibit lainnya seperti jagung dan terong yang ditanam pada 1.089.027 wadah polybag.

Penanaman ini dilakukan secara serentak pada 418 sekolah yakni SMA, SMK, dan SLB di Sultra yang melibatkan 13.562 guru dan 117.175 siswa. Total luas lahan sekolah yang digunakan mencapai 719.645 m2.

Hasil program ketahanan pangan di sekolah nantinya akan dinikmati sendiri oleh masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

Orang nomor satu di Bumi Anoa ini menjelaskan, penanaman bibit di sekolah akan membantu peningkatan kualitas tanaman. Masyarakat pun memiliki akses yang mudah terhadap ketersediaan pangan tersebut.

“Lahan sekolah harus dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Hasil panen akan dinikmati oleh masyarakat, terutama guru dan siswa, yaitu manfaat kesehatan dan juga ekonomis,” katanya. (RED)

You cannot copy content of this page