Peringati Hari Anak Sedunia, Pemkot Kendari Ingatkan Hak dan Kebutuhan Anak

NEWS287 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari peringati Hari Anak Sedunia di Eks MTQ Kota Kendari pada Minggu (11/12/22).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Siti Ganef mengatakan peringatan ini merupakan salah satu agenda untuk memastikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu rangkaian dari kegiatan Hari Anak Sedunia yang dilaksanakan secara nasional di Tumohon Sulawesi Utara.

“Ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan. Untuk mengubah cara pandang serta perlakuan orang tua terhadap anak-anak, dan untuk menyadarkan kita terhadap hak dan kebutuhan anak,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, sebelumnya DP3A telah melakukan kampanye kekerasan terhadap anak, cyber bullying baik online maupun secara langsung serta verbal dan nonverbal.

“Kami juga ada gugus tugas seperti program Kota Layak Anak dalam rangka mendukung kolaborasi untuk mewujudkan kota layak anak di Kota Kendari,” katanya.

“Selain itu kita ada juga Perlindungan Anak Terpadu berbasis masyarakat, kita juga punya satgas perlindungan perempuan dan anak,” tambahnya.

Komitmen seluruh OPD juga terkait dengan perlindungan perempuan dan anak menjadi salah satu hal yang penting dalam mewujudkan program Kota Layak Anak tersebut.

“Kita harapkan ridho dan doa agar hari anak ini anak-anak bisa menjalankan hidupnya lebih positif. Lewat ini kita berharap forum anak bisa menjadi pemimpin masa depan kita,” tutupnya.

Sementara itu Staf ahli bidang kemasyarakatan SDM dan kerjasama, Hj. Andi Dadjeng mewakili Walikota Kendari mengatakan pihaknya mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini.

Menurutnya, hari anak sedunia diperangi setiap tahun tanggal 20 November untuk menjadi momentum menyuarakan isu penting bagi anak dan remaja.

“Program stop kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan program lintas sektor yang melibatkan seluruh pihak baik itu keluarga, masyarakat maupun pemerintahan,” ungkapnya.

Dia menambahkan kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan dalam rangka menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di Kota Kendari.

“Sementara ini masih berlanjut kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan yang dimulai sejak 16 November hingga Desember ini,” tutupnya.

Reporter:Dila Aidzin