oleh

Perkembangan Digital Dimanfaatkan untuk Tambah Produktifitas Kegiatan

-NEWS-52 dibaca

KOLAKA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia (RI) dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual, Senin 01 November 2021 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Tips dan Trik Jualan Online”.

Program kali ini diikuti oleh 663 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari co-founder blod.id Cahya Ngiu, narablog dan kreator konten gaya hidup Andi Indah Juliarti, penulis Wiwiek Dwi Endah dan dosen IAI Al Mawaddah Warrahmah Kolaka Adhe Ismail Ananda.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fadel Karnen selaku podcaster. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden RI, Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Cahya Ngiu, membawakan tema “Go Digital Kalau tak Mau Bisnis Tertinggal. Strategi Digital Marketing untuk Petani dan Nelayan di Tengah Pandemi Covid-19”. Kendala pemasaran digital bagi petani dan nelayan antara lain produk, sumber daya manusia, target pasar, media berjualan, strategi promosi, dan jujur serta konsistensi. “Jangan takut dengan pedagang yang sudah besar. Mereka semua bermula dari pedagang kecil. Tetapi mereka profesional, jujur, dan konsisten,” ucapnya.

Berikutnya, Andi Indah Juliarti menyampaikan materi “Etika Pemasaran Produk Lokal di Toko Online”. Hal yang tidak etis dilakukan, misalnya mengebom SMS, menandai acak, menggunakan foto produk orang, dan kurang aktif dan kreatif. Adapun etika berjualan online diantaranya pandai berkomunikasi, menyediakan sistem pembayaran yang mudah, memahami target pasar, visual yang baik, menerima keluhan, serta jujur. “Jika toko online dibobol segera hubungi pihak terkait/pusat bantuan, dan lapor ke pihak berwajib,” jelasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Wiwiek Dwi Endah membawakan tema “Digital Culture, Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Tidak semua barang di e-dagang adalah yang kita butuhkan. Perhatikan hal-hal berikut sebelum kita membeli barang: bedakan antara kebutuhan dan keinginan, pertimbangkan dengan matang, takar kemampuan diri.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Adhe Ismail Ananda menyampaikan tema “Cyber-Security”. Manfaatnya yakni melindungi perusahaan, informasi pribadi, meningkatkan keamanan bekerja, dan menjaga produktivitas. Tantangan keamanan digital di antaranya kompleksitas identitas digital, penipuan digital yang makin banyak dan beragam, serta rekam jejak yang lebih banyak dimanfaatkan negatifnya daripada positifnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber.

Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Adm).

 

Penulis : Redaksi

Terkini