Reporter: Hendrik B
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Penataan kawasan Petoaha dan Bungkutoko merupakan kegiatan peningkatan kualitas perumahan dan kawasan pemukiman dengan konsep water front city. Konsep water front city akan menjadikan kawasan Petoaha dan Bungkutoko sebagai destinasi wisata baru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Wali Kota Kendari, Zulkarnain menuturkan, konsep water front city yaitu konsep yang mengemban potensi sumber daya di kawasan Letoaha dan Bungkutoko, khususnya potensi kawasan pesisir.
Baca Juga:
- DPP LAT Sultra Gelar Rapat Evaluasi, Lukman Abunawas Arahkan Pengurus Melakukan Secara Rutin dan Menyeluruh
- Jalin Kerjasama Bantuan Hukum, Wali Kota dan Kajari Kendari Sama-Sama Teken MoU
- Penyidik Pidsus Kejari Konawe telah Periksa 18 Saksi Dugaan Korupsi Dana Insentif di Kantor Bapenda
- Mahasiswa KKN Tematik Literasi UHO 2026 gelar Kerja Bakti dan Penataan Ruang di Balai Desa Desa Simbula Kolut
- Suparman Pagala, Kades Lerehoma Terpilih Hasil PAW, akan Disoal karena Rangkap Jabatan Kepala Security di PT TPM
- Kejari Konawe Gelar Penilaian Barang Rampasan Ore Nikel Hasil Tambang Ilegal di Konut
Selain itu, water front city diharapkan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan tersebut, serta masyarakat di sekitarnya, karena konsep yang diterapkan adalah konsep wisata. Untuk itu dia meminta warga sekitar merawat dan menjaga infrastruktur yang dibangun.
Atas nama Pemkot Kendari, Zulkarnain menyampaikan ucapan terima kasih serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang turut serta bersama-sama mengatasi masalah perumahan dan pemukiman kumuh.
“Semoga dengan adanya kegiatan penataan kawasan kumuh di Petoaha dan Bungkutoko ini, akan dilanjutkan dengan penataan kawasan kumuh lainnya di Kota Kendari,” pungkasnya. (B)
