Reporter: Hendrik B
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Penataan kawasan Petoaha dan Bungkutoko merupakan kegiatan peningkatan kualitas perumahan dan kawasan pemukiman dengan konsep water front city. Konsep water front city akan menjadikan kawasan Petoaha dan Bungkutoko sebagai destinasi wisata baru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Wali Kota Kendari, Zulkarnain menuturkan, konsep water front city yaitu konsep yang mengemban potensi sumber daya di kawasan Letoaha dan Bungkutoko, khususnya potensi kawasan pesisir.
Baca Juga:
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
- Gerebek Tengah Malam Buta! Polres Konawe & BNNK Sikat Sarang Narkoba di Uepai, 57 Paket Sabu 31 Gram Diamankan, Bandar Kabur.
- Gatur Lalin Kapolres Konawe, Pastikan Keselamatan Anak Sekolah dan Masyarakat
- Gubernur LIRA Sultra Salut Kapolda Himawan Mau Turun ke Jalan! Harap Kapolres Ikuti Jejaknya
Selain itu, water front city diharapkan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan tersebut, serta masyarakat di sekitarnya, karena konsep yang diterapkan adalah konsep wisata. Untuk itu dia meminta warga sekitar merawat dan menjaga infrastruktur yang dibangun.
Atas nama Pemkot Kendari, Zulkarnain menyampaikan ucapan terima kasih serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang turut serta bersama-sama mengatasi masalah perumahan dan pemukiman kumuh.
“Semoga dengan adanya kegiatan penataan kawasan kumuh di Petoaha dan Bungkutoko ini, akan dilanjutkan dengan penataan kawasan kumuh lainnya di Kota Kendari,” pungkasnya. (B)











