Reporter: Hendrik B
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Penataan kawasan Petoaha dan Bungkutoko merupakan kegiatan peningkatan kualitas perumahan dan kawasan pemukiman dengan konsep water front city. Konsep water front city akan menjadikan kawasan Petoaha dan Bungkutoko sebagai destinasi wisata baru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Wali Kota Kendari, Zulkarnain menuturkan, konsep water front city yaitu konsep yang mengemban potensi sumber daya di kawasan Letoaha dan Bungkutoko, khususnya potensi kawasan pesisir.
Baca Juga:
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- BREAKING NEWS: Pasar Ranomeeto Ludes Terbakar Malam Ini
- Anggota DPRD Konawe Gugun Gelar Akad Nikah di Madinah, Bersama Epri
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
Selain itu, water front city diharapkan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan tersebut, serta masyarakat di sekitarnya, karena konsep yang diterapkan adalah konsep wisata. Untuk itu dia meminta warga sekitar merawat dan menjaga infrastruktur yang dibangun.
Atas nama Pemkot Kendari, Zulkarnain menyampaikan ucapan terima kasih serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang turut serta bersama-sama mengatasi masalah perumahan dan pemukiman kumuh.
“Semoga dengan adanya kegiatan penataan kawasan kumuh di Petoaha dan Bungkutoko ini, akan dilanjutkan dengan penataan kawasan kumuh lainnya di Kota Kendari,” pungkasnya. (B)











