Puluhan Desa di Konawe Selatan Diberi Tambahan DD Ratusan Juta Rupiah

NEWS401 dibaca

KONSEL, MEDIAKENDARI.COM – Terdapat 72 desa di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mendapatkan tambahan alokasi Dana Desa (DD). Dimana ada 24 desa yang mendapatkan alokasi DD afirmasi dan 48 desa yang mendapatkan alokasi DD berkinerja baik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Konsel, Anas Mas’ud menjelaskan, desa dengan DD afirmasi mendapatkan tambahan dana sebesar Rp 105.688.000. Sementara itu, untuk desa yang mendapatkan DD kinerja terbaik mendapatkan tambahan Rp. 260.949.000.

“Tambahan itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI nomor 201/PMK.07/2022 tentang Pengelolaan Dana Desa,” terang Anas diruang kerjanya. Rabu, 11 Desember 2022.

Baca Juga : Polri, KPU, Bawaslu, KPI, PWI dan Dewan Pers Duduk Bersama Bahas Pencegahan Berita Hoax Jelang Pemilu 2024

Anas menyebut, dalam PMK terbagi empat alokasi, diantaranya alokasi dasar yakni dibagi secara proporsional berdasarkan kluster jumlah penduduk. Kemudian ada juga alokasi formula yakni berdasarkan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis.

“Untuk alokasi afirmasi diberikan kepada desa tertinggal, desa sangat tertinggal dan penduduk miskin tinggi, sedangkan alokasi kinerja diberikan kepada desa yang memiliki kinerja terbaik,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, besaran dana desa tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 9,7 % dari dana desa tahun 2022. Dimana, DD tahun 2022 sebesar Rp. 244.642.361.000 sedangkan tahun 2023 sebesar Rp.256.812.807.000.

Sesuai harapan Bupati Konsel H Surunuddin Dangga, lanjut Anas, anggaran tersebut mampu mendorong pengembangan budidaya sektor unggulan berbasis potensi desa.

Baca Juga : Zubair: Judicial Review RTRW Tidak Hentikan Kegiatan Pertambangan di Pulau Wawonii

“Baik tanaman perkebunan seperti kopi, kelapa dalam, kelapa sawit, porang, pinang, durian, jeruk, rambutan dan lain sebagainya, lalu budidaya sektor perikanan darat dan kawasan pesisir, peternakan unggas dan peternakan lainnya,” pintanya.

Selain itu tak kalah penting yakni peningkatan perekonomian desa dengan pengembangan BUMDesa dan BUMDesa bersama. Termasuk unit usaha BUMDesa yang bersinergi dengan pengelolaan sektor unggulan desa.

“Serta mendorong peningkatan kapasitas pengelola BUMDesa dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sektor unggulan desa,” pungkasnya.

Penulis: Erlin

Facebook : Mediakendari