Reporter: Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Para Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah di Kabupaten Muna tengah menjalani tes wawancara yang dilakukan DPD PDIP Sultra. Dari sekian banyak calon yang mendaftar, Balon Petahana Bupati Muna, LM Rusman Emba juga ikut mendaftarkan diri di partai berlogo Banteng itu dan ikut diwawancara.
Rusman Emba sendiri merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) serta Ketua Tim Penjaringan PDIP Sultra yang khusus menangani terkait Pilkada termasuk di tujuh daerah yang hendaj melangsungkan Pulkada di 2020 mendatang.
Terkait agenda wawancara Rusman Emba selaku Calon Bupati Muna, Pengurus DPD PDIP Sultra, Agus Sana’a menuturkan bahwa Rusman Emba selaku Ketua Tim Penjaringan dapat mewawancarai dirinya sendiri.
“Pak Rusman bisa mewawancarai dirinya sendiri. Dia kan Ketua Bapilu, dia juga Ketua Tim Penjaringan,” ujar Agus di Kantor DPD PDIP Sultra, Sabtu (21/9/2019).
Baca Juga :
- Dirlantas Polda Sultra Ikuti Rapat Anev Program Quick Wins Transformasi Polri
- Siswi Tunarungu SLBN 2 Kendari Lukis Wajah Gubernur Sultra sebagai Hadiah Ulang Tahun
- Ditlantas Polda Sultra Gelar Live Report Traffic Update Bersama RRI Kendari
- Pemprov Sultra Salurkan TPG, THR, dan Gaji ke-13 Rp63 Miliar untuk 8 Ribu Guru
- Patroli Subuh Ditlantas Polda Sultra di Kendari, Pengendara Diedukasi dan Pelanggaran Ditegur
- Gubernur Sultra Dorong Pembangunan Gedung Baru RSUD Bahteramas dan Pengadaan Ambulans Laut
Alasan mengapa Rusman Emba dapat mewawancarai dirinya sendiri kata Agus Sana’a, dikarenakan Rusman Emba diberikan hak Ex Officio yang artinya karena jabatannya selaku Ketua Bapilu dan Ketua Tim Penjaringan dapat memutuskan dirinya sendiri. “Dia punya hak Ex Officio, Ketua Tim Penjaringan DPD PDIP Sultra,” terangnya.
Untuk diketahui, hingga kini sudah terdapat enam calon kepala daerah Kabupaten Muna yang telah melakukan pendaftaran di PDIP, yakni LM Rusman Emba, LM Rajiun Tumada, Syarifuddin Udu, AKBP (Purn) Abdul Aziz, dr Baharuddin dan Saharuddin Saga. Sementara dua balon Wakil Bupati Muna yang ikut mendaftar, yakni Ishak Salim dan Mahmud Muhammad. /A
