KENDARI – Minat pencari kerja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini masih didominasi pada Aparatur Sipil Negara. Selanjutnya sejumlah pencari kerja memilih melamar pekerjaan pada industri pertambangan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Benyamin Salempang kepada mediakendari.com, Jumat (19/7/2019).
“Sebetulnya yang kita pantau angkatan kerja setiap bulannya itu, kalau kita tanya-tanya itu biasanya larinya ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNi) yang berlokasi di Morosi dan industri tambang di Morowali,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Benyamin, angkatan kerja di Kota Kendari ada yang berminat pada pelayanan jasa. “Misalnya di salah satu dealer mobil, yang banyak itu biasanya tenaga kerja pada bidang perbaikan kendaraan,” katanya.
BACA JUGA :
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan dan Pererat Toleransi di Poso
- Raih Juara Dua Nasional, Maliqa Aurora Sukses Harumkan Nama Sultra di Ajang Supra Star Indonesia 2026 di Batam
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Makassar
- Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan
- Pencemaran Industri di Morosi Rugikan Warga Hingga Rp35 Miliar
- Kajati Sultra Selesaikan Ujian Akhir Sespimti Polri, Usung Strategi Penyelesaian Perkara SDA Berbasis Pemulihan Aset
Berdasarkan monotoring, pihaknya juga menemukan banyak pencari kerja mengirim lamaran mereka pada bidang finance. “Saya lihat di bagian finance. Disitu juga banyak diterima, hanya keluar masuk orangnya,” katanya.
Untuk diketahui, dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas, red), lebih dari setengah penduduk Kota Kendari termasuk dalam angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja cenderung mengalami peningkatan selama periode 2015-2017 dari 59,61 persen tahun 2015 menjadi 63 persen pada 2017.
Pasar tenaga kerja Kota Kendari juga ditandai dengan tingginya angka kesempatan kerja. Hal ini dapat dilihat pada tingginya persentase penduduk usia kerja yang bekerja yang besarnya mencapai lebih dari 92 persen pada 2017.
Selain itu, tingkat pengangguran terlihat mengalami penurunan selama kurun waktu 2015-2017. Pada 2015 secara umum, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 9,27 persen. Angka ini turun menjadi 7,22 persen pada 2017.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki mengalami peningkatan dari 6,27 persen menjadi 6,42 persen dan sedangkan perempuan mengalami penurunan dari 9,27 persen menjadi 7,22 persen.
Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, penduduk di Kota Kendari tercatat bekerja di sektor jasa kemasyarakatan. Persentase yang bekerja di sektor ini menunjukkan tren yang meningkat jika dihitung sejak tahun 2015 hingga 2017.
Pada tahun 2014, yang bekerja di sektor jasa kemasyarakatan mencapai 35 persen, selanjutnya menurun menjadi 34,60 persen pada tahun 2015 dan meningkat kembali menjadi 40,06 persen pada tahun 2017.
Redaksi
