oleh

Seorang Balita di Buton Diduga Alami Gizi Buruk dan Kelainan Usus

-NEWS-48 dibaca

BUTON – Seorang balita yang bernama La Aldi usia 15 bulan putra pasangan La Rusman dan Wa Ode Elly, warga Desa Lasalimu, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menderita gizi buruk disertai gejala kelaian usus. Pasalnya, sejak lahir hingga diusianya saat ini, beratnya hanya mencapai enam kilogram (kg).

Selain diduga mengalami gizi buruk, balita malang tersebut juga diduga mengalami kelainan usus hingga berdampak pada perubahan perut yang makin membesar.

La Rusman ayah Aldi mengungkapkan, sejak usianya tiga bulan, Aldi sering mengalami sakit-sakitan. Rusman dan istrinya hanya seorang petani yang serba kekurangan, membuat Aldi kesulitan mendapatkan penanganan medis karena terkendala biaya. Pihak pemerintah desa maupun puskesmas kata Rusman, hingga saat ini belum memberikan pengetahuan maupun bantuan untuk pengobatan putra tercintanya itu.

Kabar duga keluarga Rusman akhirnya menyentuh sejumlah dermawan. Melalui yayasan posko berbagi Baubau, Aldi dijadwalkan bakal dibawa ke RSUD Kota Baubau untuk mendapatkan penanganan medis pertama, sebelum nantinya akan dirujuk ke RSUD Bahteramas di Kota Kendari pada senin depan.

Ketua Posko Berbagi Baubau Melani mengatakan, kondisi yang dialami Aldi cukup memprihatinkan. Mirisnya lagi, kondisi Aldi luput dari perhatian pemerintah. Apalagi saat ini, pemerintah gencar kampanyekan tentang penuntasan gizi buruk dan stunting dengan anggaran yang fantantis.

“Sempat di usia enam bulan, di Puskesmas Lasalimu disampaikan sama dokter disana, katanya anak ini ada kelainan usus. Cuman tidak diarahkan saat itu orang tua balita ini untuk kemana. Tidak diarahkan harus ini dan harus itu, orang tuanya hanya disuruh pulang,” ungkap Mey, sapaan akrab Melani saat menceritakan kondisi yang dialami Aldi, Selasa (04/01/2022).

“Begitupun juga perhatian dari pemerintah setempat katanya tidak ada. Nah karena sudah sakit, Aldi sudah tidak dibawa lagi ke Posyandu. Ssetahu saya, Posyandu itu kalau ada pasien tidak datang satu bulan atau dua bulan, harus petugas Posyandu datang ke rumah untuk menanyakan ini pasien, tapi ini tidak ada. Bantuan gizi berupa biskuit, vitamin maupun susu tambahan untuk balita La Aldi tidak ada sama sekali. Jangankan bantuan gizi, mereka hendak datang menimbang dan melihat saja tidak,” tambahnya.

“Melalui kesempatan ini juga, saya mengimbau seluruh dermawan, mari salurkan bantuan untuk terus membantu saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita,” imbunya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Wa Ode Kiana Fardiah mengaku, belum sekalipun mendapatkan informasi terkait kondisi La Aldi.

Dengan kondisi seperti ini kata Kiana, puskesmas dan pemerintah desa setempat harus secepatnya berkoodinasi bersama dinas terkait. Kiana juga menyayangkan tindakan pihak puskesmas dan pemerintah desa yang tidak mengetahui kondisi kesehatan Aldi.

“Saya juga merasa kaget dengan adanya informasi itu, harusnya dikoordinasikan supaya dapat bantuan dari pemerintah daerah, kalau kita tidak tahu seperti ini kita mau ambil sikap bagaimana,” kata Kiana.

“Masalah ini, saya akan secepatnya laporkan ke pimpinan. Saya juga akan berkoodinasi dengan orang tua Aldi, paling tidak mereka bisa secepatnya mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah daerah,” tambahnya menutup.

Penulis : Adhil

Terkini