BAUBAUNEWS

UPBU Betoambari Segera Rampungkan Pelapisan Runway Tahap I

637
×

UPBU Betoambari Segera Rampungkan Pelapisan Runway Tahap I

Sebarkan artikel ini

BAUBAU, Mediakendari.com – Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Betoambari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) segera merampungkan pelapisan landasan pacu (Runway) Bandara Betoambari tahap I.

Kepala UPBU Betoambari, Anas Labakara mengungkapkan saat ini pelapisan runway Bandara Betoambari sudah mencapai progres pekerjaan 40% sesuai kontrak.

Anas menjelaskan pelapisan runway sepanjang 1,8 kilometer (Km) tersebut dikerjakan dua tahap secara multi years tahun 2023 dan 2024. Tahap I di tahun 2023 dikerjakan dengan progres 40% dengan nilai anggaran Rp 7 miliar. Sedangkan untuk tahun 2024, progres pekerjaan 60% dengan nilai anggaran sebesar Rp 12 miliar.

“Sudah selesai dikerjakan tapi kami kerja terus untuk mengejar bobot tahun. Mudah-mudahan di awal bulan januari sudah mencapai 70 persen,” ucap Kepala UPBU Betoambari, Anas Labakara Rabu, 27 Desember 2023.

Mantan Kepala Bandara Toradja itu mengaku pelapisan runway bisa cepat diselesaikan dalam waktu dua bulan pengerjaan bila tidak ada kendala. Hanya saja, bahan baku pelapisan seperti aspal tidak tersedia di Sultra sehingga harus mencari bahan baku di luar daerah.

“Satu hari itu kita mengaspal hampir 100 meter. Jadi ini sebetulnya bisa selesai 18 hari. Jadi memang untuk material sesuai spek bandara tidak ada di lokal. Di Baubau ini banyak batu kapur. Sementara kita tidak memakai batu kapur. Jadi kami pakai material dari pulau seram kemudian aspal dari Surabaya, aspal ekson. Penetrasi 60/70. Material ini yang kadang suplainya terkendala. Biasa keras ombak, sudah pesan miskomunikasi di pengiriman. Tapi sekarang material sudah siap,” katanya.

Anas menambahkan dengan tersedianya material saat ini pihaknya optimis dapat menyelesaikan pelapisan runway awal Februari 2024 nanti agar secepatnya dapat dimanfaatkan meski kontrak pekerjaannya sampai April 2024.

“Baubau ini kota transit yang didukung enam daerah penyangga, posisinya sangat strategis. Kalau bandaranya bisa representatif untuk didarati airbus dengan jarak tempuh sama pasti harga (Tiket) murah karena waktu lebih cepat dan daya angkut lebih banyak seperti bandara di Mamuju, Sulawesi Barat,” katanya.

Penulis : Ardilan

You cannot copy content of this page