Reporter: Mumun
Editor: La Ode Adnan Irham
WANGGUDU – Warga Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra, diimbau memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong untuk ditanami sayuran maupuj umbi-umbian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, I Made Guyasa mengatakan, acap kali masyarakat terlena produk-produk yang ada dari luar daerah.
Padahal melihat lahan yang masih kosong, besar peluang dapat menghasilkan sayuran atau umbian yang jika ditanam sendiri diketahui kualitasnya.
“Jangan kita terlena akan produk luar. Produk luar kita tidak tau bahan kimia apa saja atau racun apa saja yang telah mereka semprotkan untuk menambah kesuburan tanaman mereka,” ujarnya.
Hal senada diutarakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konut, Rudin Sudo, melalui Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekargaman Pangan, Ahmad Sukamto.
Baca Juga :
- Mudik Lebaran 2026, Gubernur Sultra Siapkan Tiket Gratis dan Perketat Pengawasan Transportasi
- Gubernur Sultra Dorong Solusi Sengketa Pulau Kawi-Kawia, Proses RTRW Kembali Berlanjut
- Gubernur Sultra Apresiasi LHP Kinerja BPK Terkait Ketahanan Pangan
- Wagub Sultra Ajak Ramadan Jadi Momentum Perbaikan Diri dan Penguatan Harmoni Sosial
- Ramadan Penuh Berkah, Tiga Satker Polda Sultra Serentak Bagikan Takjil
- Astra Motor Kendari Ramaikan Bakul Ramadhan 2026, Tawarkan DP Mulai Rp500 Ribu
Kata Ahmad, gerakan tanam bertujuan mendukung program ketahanan pangan Pemkab Konut, yang bakal menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna pada kelompok wanita tani untuk memperkenalkan kegiatan penanaman secara hidroponik, oval krpl dan demplot.
Hal itu juga untuk mendukung masyarakat agar memvariasikan makanan pokok seperti nasi yang sering dikomsumsi masyarakat.
“Misal makanan pangan lokal seperti jagung, ubi, sagu yang diolah menjadi sinonggi dan lain-lain agar dapat memperoleh nutrisi dan sumber gizi yang lebih beragam dan seimbang,” paparnya. (B)
