Reporter: Mumun
Editor: La Ode Adnan Irham
WANGGUDU – Warga Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra, diimbau memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong untuk ditanami sayuran maupuj umbi-umbian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, I Made Guyasa mengatakan, acap kali masyarakat terlena produk-produk yang ada dari luar daerah.
Padahal melihat lahan yang masih kosong, besar peluang dapat menghasilkan sayuran atau umbian yang jika ditanam sendiri diketahui kualitasnya.
“Jangan kita terlena akan produk luar. Produk luar kita tidak tau bahan kimia apa saja atau racun apa saja yang telah mereka semprotkan untuk menambah kesuburan tanaman mereka,” ujarnya.
Hal senada diutarakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konut, Rudin Sudo, melalui Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekargaman Pangan, Ahmad Sukamto.
Baca Juga :
- BULOG Cetak Rekor Sejarah, Pengadaan Beras Tembus 4 Juta Ton
- KSPM FEB UHO Gelar Webinar Nasional, Membongkar Mitos ‘Cepat Kaya’ dan Keamanan Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia
- GERAK Sultra Bongkar Rp 9 T, Gubernur LIRA Lanjut Desak KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Gubernur ASR
- Bobrok PT TMS Terus Terbongkar! Jual 14,4 Juta Ton Nikel di Kawasan Hutan, GERAK Sultra, Temuan BPK RI : Kerugian Negara Rp 9 T, Denda Rp 2,09 T Nunggak Rp 1,5 T
- Meriahkan Maulid dan HUT Kota Baubau ke-25, KKW-H Gelar Lomba Sholawat 24 Majelis Taklim
- Polri Tinggalkan Tagline “Presisi” dan Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”
Kata Ahmad, gerakan tanam bertujuan mendukung program ketahanan pangan Pemkab Konut, yang bakal menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna pada kelompok wanita tani untuk memperkenalkan kegiatan penanaman secara hidroponik, oval krpl dan demplot.
Hal itu juga untuk mendukung masyarakat agar memvariasikan makanan pokok seperti nasi yang sering dikomsumsi masyarakat.
“Misal makanan pangan lokal seperti jagung, ubi, sagu yang diolah menjadi sinonggi dan lain-lain agar dapat memperoleh nutrisi dan sumber gizi yang lebih beragam dan seimbang,” paparnya. (B)











