DAERAHKONAWE SELATAN

Wisata Andalan Konsel Tersendat, Pengelolaan Pantai Namu Tuai Kritik

842
Destinasi yang digadang-gadang sebagai salah satu wisata andalan daerah tersebut dinilai belum dikelola secara maksimal.

KONSEL, MEDIAKENDARI.com – Pengembangan Pantai Namu yang berada di Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menuai sorotan dari masyarakat. Destinasi yang digadang-gadang sebagai salah satu wisata andalan daerah tersebut dinilai belum dikelola secara maksimal, meski telah beberapa kali mendapatkan perhatian dan alokasi anggaran dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Konsel.

Sejumlah warga dan pengunjung menilai fasilitas pendukung wisata di Pantai Namu masih terbatas dan sebagian tidak terawat dengan baik. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dalam pengembangan destinasi wisata tersebut.

Beberapa sarana penunjang yang sebelumnya dibangun dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Selain itu, pemeliharaan fasilitas juga dianggap kurang optimal sehingga sebagian tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah seorang warga setempat yang engan disebutkan namanya menyampaikan bahwa Pantai Namu memiliki potensi wisata yang besar, namun belum diimbangi dengan pengelolaan yang serius dan berkelanjutan.

“Pantai Namu ini sebenarnya punya potensi besar. Sayangnya, pengelolaannya terkesan setengah-setengah. Setelah dibangun, tidak ada tindak lanjut yang jelas sehingga fasilitas dibiarkan begitu saja,” ungkap saat ditemui, Senin, 5 Januari 2025.

Kritik juga diarahkan pada minimnya informasi terbuka terkait program pengembangan dan penggunaan anggaran Pantai Namu. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai capaian program, evaluasi kegiatan, maupun rencana lanjutan pengelolaan destinasi tersebut.

Warga lainnya berinisial An menilai, Dinas Pariwisata Konsel perlu melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada konsep pengelolaan, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan destinasi wisata.

“Pembangunan wisata tidak cukup hanya membangun fasilitas. Harus ada manajemen yang jelas, perawatan berkelanjutan, dan pelibatan masyarakat secara aktif agar wisata bisa berkembang,” kata An.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai kritik yang disampaikan masyarakat.

Publik berharap adanya keterbukaan informasi serta langkah konkret dari pemerintah daerah agar Pantai Namu dapat berkembang optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar serta daerah. (B)

Laporan: Ahmad Mubarak

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version