Reporter: Hasrun
Editor: La Ode Adnan Irham
RUMBIA – Anggota DPD RI Dapil Sultra, Hj Andi Nirwana Sebbu, mengajak mahasiswa Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bombana menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan itu disampaikan Andi Nirwana saat sosialisasi empat pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Auditorium Kantor Bupati Bombana, Selasa (26/11/2019).
Selain itu di era Revolusi Industri 4.0, kaum milenial harus mampu menggunakan internet dengan baik sebagai alat mengembangkan sumber daya manusia dalam persaingan global.
Baca Juga :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
“Mau tidak mau, kita harus bisa menggunakan internet,” katanya.
Tak hanya itu, dia juga mengajak kaum milenial menjadi petani moderen. Dulu kata dia, orang tua berpikir lapangan pekerjaan hanyalah PNS. Namun itu salah
“Mindset itu yang mesti dirubah, milenial juga harus bisa menjadi petani yang maju. Tidak punya dana untuk bibit, ajukan ke Pemda. Apabila ada tanah Pemda yang tidak gunakan bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bombana, H Tafdil menyambut baik sosialisasi empat Pilar MPR. Menurutnya, hal itu penting kerena dapat menambah rasa cinta tanah air.
“Terkait teknologi, memang penting kerena dapat mendekatkan yang jauh,” kata Tafdil
Meski demikian, setiap pengguna internet juga harus mampu memfilter mana informasi baik dan mana informasi yang justru malah dapat memecah persatuan bangsa.
“Kita harus menangkal berita Hoaks dan provokasi,” ujarnya.
Lanjutnya, masyarakat Bombana juga harus mampu melihat perkembangan kebutuhan daerah. Misalnya dengan banyaknya industri dari berbagai sektor di daerah itu.
Ia menyarankan mahasiswa mampu menggunakan dan menguasai bahasa mandarin. Kerena mesin-mesin yang digunakan di beberapa perusahaan di Bombana menggunakan bahasa mandarin.
“Supaya tidak didatangkan lagi tenaga pekerja dari luar. Kecuali keterampilan khusus,” pungkasnya. (B)
