BI Klaim Pengguna Qris di Sultra Terus Meningkat

NEWS1,072 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Aryo Wibowo menyampaikan bahwa Program Pasar S.I.A.P. QRIS dapat mengurangi unbanked population di Wilayah Sulawesi Tenggara serta dapat meningkatkan literasi keuangan digital.

BI bahkan mengklaim berdasarkan data November 2022, pengguna QRIS di Sultra terus meningkat menjadi 81.225 serta jumlah QRIS UMKM lebih dari 100 ribu.

“Kegiatan launching tersebut dilanjutkan dengan pendampingan kepada pengelola pasar serta para pedagang dengan disediakannya Booth “Pojok QRIS” selama satu minggu dengan berkolaborasi bersama seluruh Himbara, BSI, BCA, dan BPD serta GenBI Sulawesi Tenggara untuk memperluas edukasi transaksi non tunai sekaligus mendorong akuisisi Pengguna baru QRIS di lingkungan pasar di Pasar Sentral dan Paddy’s Market Kota Kendari,” jelasnya dalam keterangannya, Selasa 27 Desember 2022.

Booth “Pojok QRIS” yang disediakan bertujuan sebagai media untuk pendaftaran mobile banking ataupun mobile payment dan melakukan user experience untuk transaksi QRIS, serta mendorong pendaftaran QRIS merchant kepada para pedagang di lingkungan pasar dengan harapan bahwa ke depan akselerasi dan akseptansi QRIS semakin meluas di Kota Kendari.

Selain itu, melalui kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kendari, Penyedia Jasa Pembayaran, dan pengelola pasar, setiap pedagang disediakan QRIS untuk pembayaran retribusi yang memungkinkan pembayaran retribusi yang lebih mudah dan transparan dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari.

Ke depan, diharapkan Program Pasar S.I.A.P. dapat diperluas ke pasar lain, tidak hanya di Kota Kendari namun juga di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara mengingat arti penting dan dampaknya yang positif bagi perekonomian daerah.

“Antara lain dapat melalui peningkatan mobilitas transaksi ekonomi antara UMKM dan masyarakat (tidak dibatasi tempat dan waktu), optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan pajak yang langsung masuk ke kas daerah, dan lainnya. Semoga setiap upaya yang telah dilakukan dapat berkontribusi secara nyata dalam perluasan ekosistem pembayaran digital di Wilayah Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari berkolaborasi dalam rangka perluasan digitalisasi pembayaran khususnya di Kota Kendari, menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) dan pendampingan Program Pasar S.I.A.P. QRIS.

Reporter: Sardin.D