Empat tersangka kasus begal yang mengakibatkan korbannya meninggal berhasil diamankan Polsek Kemaraya. Para tersangka diamankan di tempat berbeda, dua diantaranya diamankan di NTT pada Kamis (13/12/2018) dini hari.

Membunuh di Kendari, Dua Tersangka Diringkus di NTT

Reporter : Hendrik B

Editor : Def

KENDARI – Pelarian San Dewa (18) dan Ahmad (18) warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) harus berakhir pada Kamis (13/12/2018) dini hari. Dua dari empat tersangka kasus begal yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia, berhasil diamankan Tim Buser Polsek Kemaraya di Larantuka Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara dua rekan mereka Robin (20) dan Ansar (18) telah terlebih dahulu diamankan petugas pada dua pekan kemarin. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Robin dan Ansar, Polisi akhirnya mengetahui jika dua rekan mereka telah melarikan diri keluar Sultra melalui jalur laut.

Kanit Reskrim Polsek Kemaraya, Ipda Adriana Yusuf membenarkan penangkapan tersangka begal tersebut. Kata dia, keempat tersangka berhasil diamankan diwaktu dan di tempat berbeda.

“Pertama kita tangkap dulu dua tersangka, setelah itu kita lakukan lidik hampir dua minggu, dan akhirnya kami berhasil menangkap dua tersangka lainnya yang melarikan diri ke NTT,” paparnya Kamis (13/12/2018) malam, melalui whatsapp-nya.

Adriana menambahkan dalam insiden ini yang menjadi pelaku utamanya bernama San Dewa. Keempat pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polsek Kemaraya, dan kasusnya masih dalam pengembangan.

“Keempat tersangka masih menjalani proses pemeriksaan intensif penyidik,” tuturnya.

Dirinya menguraikan kasus begal yang menyebabkan korbannya meninggal dunia terjadi di seputaran teluk Kendari, pada 15 November 2018 lalu. Saat itu, para pelaku yang menggunakan sepeda motor dari arah Kendari Beach menuju wisata mangrov, dalam perjalan melihat korban Muh Manto (40) dan rekannya sedang berada di teluk Kendari.

Melihat suasana yang sepi, para pelaku lalu berhenti menghampiri korban. Mereka lalu meminta uang, korban yang tidak ingin mencari masalah sepintas langsung memberikan uang.

Namun bukannya langsung pergi setelah diberi uang, para pelaku berusaha menggeledah pakaian korban hingga akhirnya mendapatkan sebuah handpone. Dengan cara paksa para pelaku berusaha menjarah barang-barang berharga milik korban.

Saat hendak membawa kabur Hp korban, korban pun berusaha merampas kembali Hp miliknya, saat itulah pelaku San Dewa yang berada di atas Motor langsung menikam korban. Setelah itu para pelaku langsung kabur.

Warga yang melihat insiden itu merusaha menyelawatkan korban dengan segera melarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun naas nyawa korban tidak tertolong akibat kehabisan darah. (A)


error: Content is protected !!
%d bloggers like this: