Reporter : Jaspin
Editor : Kang Upi
UNAAHA – Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Konawe mulai memakan korban. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe, dua warga di kawasan banjir meninggal dunia.
Dari dua korban tersebut, salah sorang diantaranya merupakan bayi yang baru berumur empat hari, asal Desa Wunduongohi Kecamatan Anggaberi.
Kasubag Program BPBD Konawe Alfrida Yaurika menuturkan bayi berumur 4 hari di Desa Wunduongohi Kecamatan Anggaberi diduga meninggal karena kedinginan akibat hujan lebat dan banjir di wilayah tersebut.
“Bayi yang berumur 4 hari ini meninggal hari Rabu (5/6/2019) pada saat sholat Idul Fitri,” jelasnya di media center BPBD Konawe, Rabu, (11/6/2019).
Ia menuturkan, bayi tersebut mengalami kedinginan parah karena orang tuanya menolak dievakuasi ke tempat aman di sejumlah titik pengungsian yang sudah disiapkan.
Baca Juga :
- Kapolda Sultra Patroli Malam di Kendari, Cek Kesiapan Pos Operasi Ketupat Anoa 2026
- Patroli Dini Hari Ditlantas Polda Sultra di Kendari, Lima Pelanggar Lalu Lintas Ditilang
- Program Penjemputan Sampah dari Rumah Mulai Diterapkan di Kecamatan Kadia
- Bantah Isu Ketua Kadin Sultra Tersangka, PT Masempo Dalle Minta Media Mengedepankan Keberimbangan Berita
- “Penumpang Sudah Beli Tiket Gagal Naik Kapal Malam di Pelabuhan Kendari
- RUPS Bank Sultra: Laba 2025 Tembus Rp419 Miliar
Menurutnya, Tim BPBD sudah mendatangi rumah milik orang tua bayi tersebut pada sehari sebelumnya, Selasa 4 Juni 2019 untuk melakukan evakuasi, namun orang tua bayi bersikeras untuk bertahan di rumahnya.
“Seandainya orang tua bayi mau di evakuasi, kemungkinan besar bayi tersebut bisa tertolong. Hari Rabu, mereka menelpon untuk di evakuasi, tapi sayangnya bayinya sudah meninggal,” tuturnya.
Selain bayi tersebut, kata Alfrida Yaurika, korban kedua yakni anak laki-laki berumur 15 tahun bernama Akmalludin, yang dilaporkan pada Sabtu (8/06/2019) jam 17.00 telah meninggal dunia.
“Korban tenggelam saat mandi di Sungai Ulu Meraka, Kecamatan Onembute, korban ditemukan pada Minggu (9/6/2019) jam 10.39 Wita,” pungkasnya. (A)
