oleh

Dikbud Sultra Satukan Persepsi Tingkatkan Pendidikan Melalui Kunjungan ke Pelosok

Reporter : Rahmat R.

KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak henti-hentinya bergerak untuk peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu juga untuk menggenjot pemahaman bagaimana melaksanakan new normal di tengah pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio melakukan kunjungan secara langsung ke SMA, SMK, dan SLB se Sultra termasuk di daerah pelosok yang ada di Bumi Anoa.

Dalam kunjungan kali ini, Senin 03 Agustus 2020, Asrun Lio didampingi Ketua Dharma Wanita Dikbud Sultra serta seluruh kepala bidang dan kepala seksi pada sejumlah sekolah yang berada di Buton Selatan (Busel) yakni SMAN 1 Sampolawa, SMKN 1 Sampolawa, SMAN 4 Sampolawa, hingga sekolah di ujung busel yakni SMAN 3 Sampolawa.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala sekolah termasuk para KCD baik Baubau, Buton, hingga Busel secara langsung melakukan tatap muka bersama Plt Kadikbud Sultra bersama para Kabid dan kasinya sekaligus, sehingga secara langsung mendengarkan penjelasan dari masing-masing bidang di Dikbud Sultra, baik dari perencanaan, kepegawaian, hingga Bidang GTK.

Dalam keterangan tertulisnya, Asrun Lio mengatakan kunjungan yang dilakukan untuk memastikan sekolah yang ada di Busel benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan protokol area pendidikan.

Dia menjelaskan, berdasarkan kunjungan di SMAN 1 Sampolawa, sudah bisa dilakukan proses pembelajaran tatap muka secara terbatas, karena selain menerapkan protokol kesehatan dan area pendidikan, orang tua juga sudah memberikan izin.

“Saya saat ini berada di SMAN 1 Sampolawa. Sekolah ini sudah bisa melaksanakan proses pembelajaran tatap muka secara terbatas. Mungkin hal itu akan dimulai Senin depan. Jadi tinggal sekolah yang mengatur bagaimana proses pembelajarannya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan protokol area institusi pendidikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan meskipun masuk dalam zona hijau, sekolah harus membuat Standar Operasional Prosedur. Misalnya dalam satu kelas jumlah muridnya 36 orang, dibagi menjadi dua.

“Masing -masing sekolah akan membuat SOP tentang pembelajaran masa pandemi. Kami juga sudah turunkan persiapan izin dari pemerintah untuk pembukaan sekolah itu,” terangnya. Sesuai visi misi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sultra, sejumlah bidang terkait, ikut dalam kunjungan kerja ini. Misalnya bidang Perencanaan dan Kepegawaian, serta GTK,” ucapnya.

Misalnya, lanjut Asrun Lio, seperti Bidang GTK memberikan penjelasan berkaitan dengan tenaga pendidikan. Bidang Perencanan bagaimana membuat program berkualitas untuk peningkatan pendidikan. Demikian bidang SMA dan SMK.

“Misalnya Bidang GTK, selain ASN juga menangani non ASN untuk benar-benar mematuhi aturan kepegawaian, sehingga tidak ada lagi tenaga pendidik yang mengabaikan tugasnya. Apabila ada tugas tidak terlaksna, tentu yang bersangkutan akan menerima konsekwensi. Olehnya, kedepan kita rutin memberikan teguran bila tidak melaksanakan tugasnya,” terang lagi.

Terkait proses pembelajaran di tengah pandemi covid-19, dia menjelaskan bahwa Dikbud Sultra memberikan kemudahan sekolah dalam memberikan pelajaran kepada siswa, baik itu online atau offline, baik di sekolah maupun di rumah melalui sarana pembelajaran yang dimiliki, sebab tidak semua siswa memiliki handphone demikian juga dengan ketersediaan jaringan di masing-masing daerah. Misalnya saja pemanfaatan buku-buku perpustakaan.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, diantaranya Kasi Kelembagaan Sarpras SMK/PK-LK (Pendidikan Layanan Khusus) Dikbud Sultra, La Ode Arfid Alusi SSos. Kasubag Kepegawaian Dikbud Sultra, Adam SSos. Kasi Kesiswaan SMK/PK-LK, Johanes H Bawondes SSos. Kabid GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), Andi Asmawati Achmad SSos. Kabid Perencanaan dan Penganggaran, La Ode Fasikin SPi MSi. Kasi GTK SMK, Husrin Haji Hamid SPd, dan Kabid SMK/PK-LK, Hj Angreini Balaka Se MSi.

Terkini