Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi
RUMBIA – Pemerintah Kabupaten Bombana Sulawasi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan, membangun pengering gabah di Desa Lawatueya, Kecamatan Polaeang Utara.
Pengering gabah tersebut berupa lantai cor semen dengan luasan mencapai puluhan meter persegi, yang dapat digunakan petani sebagai tempat untuk menjemur gabah pasca panen.
Plt Kadis Ketahanan Pangan Bombana, Rusdiamin Basite mengatakan, tujuan dibangunnya lantai pengering gabah itu untuk menjaga mutu gabah sehingga bisa menghasilkan beras yang berkualitas.
“Karena itu adalah salah satu sarana ketahanan pangan yang ada di Desa Lawatueya.Letaknya sangat strategis kerena berada di pinggir jalan Desa Lawatueya,” ujar Rusdiamin, Jum’at (20/9/2019).
Baca Juga:
- Jenderal Ke-4 Tumbang! Dewan Pembina MC Bareskrim Diduga Otak Penyadapan Sejak 2010, Tapi Belum Ditahan Karena Stroke
- Dua Jurnalis Kendari Dipanggil Polresta, AJI : Ini Kriminalisasi Pers, Minta Gubernur Copot Ridwan Badallah
- Wakapolda Sultra Ajak Kolaborasi Lintas Sektoral Atasi Masalah Pekerja Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran
- OPINI JAFRUN : Jokowi Datang Bukan Sebagai Presiden, Tapi Sebagai Warga Negara di Depan Hukum
- OPINI: Sepanjang Sejarah, Baru Listyo Sigit Mantan Kapolri Yang Dijerat Institusinya Sendiri
- Geger Sultra, Kapolda Himawan Bayu Aji Disorot BEM UHO, Jabatannya Pas di Masa Sadap Presiden Prabowo
Lantai Pengering gabah itu, kata Rusdiamin, didanai sebesar Rp 169 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019. Targetnya, di tahun 2020, wilayah tersebut bisa menjadi lumbung cadangan pangan.
“Untuk mengenjot pembangunan lumbung pangan di daerah itu, sebagai tempat penyimpangan cadangan pangan bagi daerah,” tambahnya.
Ia berharap, kelompok tani di Desa Lawatueya bisa memanfaatkan lantai pengering gabah tersebut dengan baik,untuk menghasilkan beras yang berkualitas. “Dan lantai pengering gabah juga harus derawat dengan benar,” tutupnya. /B
