Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi
RUMBIA – Pemerintah Kabupaten Bombana Sulawasi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan, membangun pengering gabah di Desa Lawatueya, Kecamatan Polaeang Utara.
Pengering gabah tersebut berupa lantai cor semen dengan luasan mencapai puluhan meter persegi, yang dapat digunakan petani sebagai tempat untuk menjemur gabah pasca panen.
Plt Kadis Ketahanan Pangan Bombana, Rusdiamin Basite mengatakan, tujuan dibangunnya lantai pengering gabah itu untuk menjaga mutu gabah sehingga bisa menghasilkan beras yang berkualitas.
“Karena itu adalah salah satu sarana ketahanan pangan yang ada di Desa Lawatueya.Letaknya sangat strategis kerena berada di pinggir jalan Desa Lawatueya,” ujar Rusdiamin, Jum’at (20/9/2019).
Baca Juga:
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- BREAKING NEWS: Pasar Ranomeeto Ludes Terbakar Malam Ini
- Anggota DPRD Konawe Gugun Gelar Akad Nikah di Madinah, Bersama Epri
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
Lantai Pengering gabah itu, kata Rusdiamin, didanai sebesar Rp 169 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019. Targetnya, di tahun 2020, wilayah tersebut bisa menjadi lumbung cadangan pangan.
“Untuk mengenjot pembangunan lumbung pangan di daerah itu, sebagai tempat penyimpangan cadangan pangan bagi daerah,” tambahnya.
Ia berharap, kelompok tani di Desa Lawatueya bisa memanfaatkan lantai pengering gabah tersebut dengan baik,untuk menghasilkan beras yang berkualitas. “Dan lantai pengering gabah juga harus derawat dengan benar,” tutupnya. /B











