oleh

Diterjang Banjir, Kawasan Persawahan di Baubau Rusak Parah

-NEWS-94 dibaca

BAUBAU – Kota Baubau kembali diterjang hujan dan angin kencang, Senin (21/02/2022). Tingginya curah hujan, membuat lokasi persawahan andalan Kota Baubau yang ada di Kecamatan Bungi hancur diterjang banjir.

Banyaknya debit air, membuat aliran sungai meluap. Hal itu membuat lokasi persawahan terlihat seperti hamparan danau. Para petani hanya bisa parah, padi yang baru ditanam rusak akibat terendam banjir.

Camat Bungi, Nasrun ditemui di lokasi banjir mengatakan, peristiwa banjir saat ini akibat tingginya intensitas hujan yang turun sejak dua hari yang lalu. Lokasi yang paling terdampak di Kecamatan Bungi diantaranya Kelurahan Ngakaring-Ngkaring, Waliabuku dan Liabuku.

Baca Juga : Raimel Jesaja Bakal Pimpin Kejati Sultra Gantikan Sarjono Turin

“Banjir ini tahun lalu tidak ada. Namun ini siklus, kadang terjadi kadang juga tidak. Kalaupun banjir, tidak sampai separah ini. Pemerintah juga sudah membuatkan talud disepanjang bibir sungai, namun itu belum maksimal atasi banjir. Makanya warga berharap, ada normalisasi sungai, dikeruk sungainya supaya lebih dalam lagi,” terang Nasrun.

Baca Juga : 59 Pegawai di Konawe Selatan Ikuti Bimtek SKP 

Sementara itu, Ketua DPRD Baubau, H Zahari yang turun meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Bungi, dalam waktu dekat bakal memanggil seluruh pihak terkait untuk membahas masalah banjir selalu terjadi saat musim penghujan tiba.

Apalagi kata Zahari, Kecamatan Bungi merupakan kawasang penghasil padi andalan di Kota Baubau. Tentu, banjir yang terjadi saat ini akan berdampak pada hasil tanam padi para petani.

“Secepatnya kita panggil semua yang punya kaitan. Khusunya Dinas Pertanian, supaya bisa kita pikirkan solusi apa yang harus kita berikan untuk para petani kita. Yang pasti, masalah banjir ini wajib kita tuntaskan,” kata Zahari.

Selain menggenangi kawasan persawahan, banjir juga menggenangi sejumlah rumah yang ada dipinggiran sungai di Kelurahan Liabuku. Tidak hanya itu, luapan air sungai juga membanjiri kompleks pesantren Al-Amanah.

 

 

Penulis : Adhil