oleh

Dorong Pengembangan UMKM Secara End to End, Pemkot Kendari Launching Pasar S.I.A.P QRIS

-NEWS-111 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Bank Indonesia (BI) senantiasa berkomitmen untuk mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara end to end di berbagai level.

Salah satunya melalui inisiasi Program Digitalisasi Pasar dengan dengan Pasar S.I.A.P. QRIS yang juga merupakan sebagai salah satu bagian dari Program kerja TPID Kota Kendari.

Melanjutkan inisiasi program tersebut, BI bersama Pemerintah Kota Kendari me-launching Pasar S.I.A.P. QRIS di Pasar Tani Kota Kendari yang mengagregasi produk Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai salah satu Kelompok Subsisten yang selaras dengan Program Ketahanan Pangan, Pengendalian Inflasi, dan Perluasan Ekosistem Keuangan Digital di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasar S.I.A.P. QRIS ini dilaunching langsung oleh Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir di halaman kantor Dinas Pertanian Kota Kendari pada Kamis, (04/08/2022).

Baca Juga : Masuk dalam Titik Rawan Bencana, Pemda dan Polres Konawe Siaga

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan pasar ini telah dirintis sejak tahun 2019 dan mampu bertahan dalam pandemi covid-19 sehingga bisa mewadahi para petani di Kota Kendari yang memanfaatkan lahan yang ada di Kota Kendari.

“Walaupun tidak besar tapi kita berharap ini bisa menjadi contoh, menginspirasi ibu-ibu yang lain yang nanti bisa berkelompok untuk mencoba komoditas tertentu,” ungkap pria yang akrab disapa Sul ini.

Sulkarnain juga mengungkapkan rasa syukurnya, sebab pasar ini di support oleh BI dengan sistem pembayaran yang menggunakan aplikasi Qriss.

“Ini akan sangat memudahkan petani kita, pertama tentunya lebih pasti dan aman karena menggunakan transaksi digital. Ini akan kita biasakan masyarakat khususnya kelompok tani agar terbiasa dengan transaksi digital,” jelasnya.

Baca Juga : Siap-Siap! Pilkades Serentak di Konawe Bakal Gelar Oktober 2022

Orang nomor satu di Kota Kendari ini mengharapkan, program tersebut bisa bergulir dan menjadi ekosistem baru dalam transaksi digital yang ada di Kota Kendari.

“Kita juga akan dampingi petani, kemudian problem yang selama ini muncul, kesulitan saat panen akan kita coba solusikan. Mudah-mudahan dengan proses digital seperti ini akan memudahkan mereka,” tutup Wali Kota Kendari ini.

Sementara itu Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara, Doni Setadijaya mengatakan kedepannya pasar tani tetap akan ada, hanya saja tinggal menaikkan kelas dari pasar tani yang telah ada baik dari sisi penjual maupun pembeli.

“Kali ini kita sudah menaikkan kelas dari sisi penjualnya bagaimana penjual sudah bisa masuk dalam ekosistem digital,” ungkapnya.

 

Reporter: Dila Aidzin