oleh

Masuk dalam Titik Rawan Bencana, Pemda dan Polres Konawe Siaga

KONAWE, MEDIAKENDARI.COM – Kabupaten Konawe yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) selalu menjadi langganan bencana setiap tahunnya. Konawe ini menjadi daerah yang masuk dalam titik rawan bencana, baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam, faktor nonalam dan bahkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kembali bencana alam di daerah lumbung beras Sultra ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama Polres Konawe menggelar apel siaga bencana alam di lapangan apel Polres Konawe, Rabu (03/08/22).

Pada kesempatan ini Sekda Konawe Ferdinand Sapan yang mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Kapolres Konawe AKBP Ahmad Setiadi SIK, Pabung 1417 KDI Letkol Inf. Anton, dan Kasi Intel Kejari Konawe Aguslan.

Selain itu, Waka Polres Konawe Kompol Alwi, Kadis Perhubungan Konawe Mulyaddin, Kasatpol PP Konawe Nasruddin, para OPD Lingkup Kabupaten Konawe, Para Kabag, Kasat, serta Kapolsek, dan para perwira di jajaran Polres Konawe.

Baca Juga : Bahas Ganti Rugi Lahan di Bendungan Pelosika, Pemkab Konawe Rapat Bersama BWS Sulawesi IV Kendari

Sekda Konawe, Ferdinand mengingatkan kembali bencana yang pernah terjadi di Konawe beberapa waktu lalu. Hal itu menyebkan banyak aktivitas masyarakat terhambat dan juga perputaran ekonomi tidak maksimal.

“Yang mana masih terlintas di benak kita terjadinya bencana alam di Kabupaten Konawe berupa bencana banjir yang terjadi pada awal bulan Juni tahun 2019 yang berakibat terendamnya 25 kecamatan, 143 desa dan 28 kelurahan serta terputusnya jalur transportasi darat di beberapa kecamatan,” ungkapnya.

Jenderal ASN di Konawe ini menuturkan, pihaknya masih menemui beberapa kelemahan penyelenggaraan penanggulangan bencana utamanya dalam sistem koordinasi antar instansi terkait yang berperan dalam penanganan dan penanggulangan.

Kata dia, lewat apel tersebut akan menjadi langkah awal untuk mengevaluasi kekurangan tersebut. “Sehingga melalui apel siaga ini saya harapkan agar semua sektor dan instansi mampu untuk dapat mengidentifikasi, menganalisa dan mengambil tindakan pencegahan serta mitigasi bencana,” ucap Ferdinand.

Baca Juga : Ketua Komisi III DPRD Kendari Bakal Panggil Kadis PUPR Terkait Proyek Jalan yang Belum Dikerjakan

Ia melanjutkan, dengan koordinasi ini, diharapkan dapat mengurangi tingkat risiko terjadinya korban jiwa maupun kerugian materiil yang pada akhirnya akan terwujud upaya penanggulangan bencana di konawe yang komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, instansi samping, unsur aparat keamanan dan stakeholder yang ada di kewilayahan.

“Kita belajar dari pengalaman menghadapi berbagai kejadian bencana di Konawe seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan serta wabah penyakit (Covid-19) yang membutuhkan penanganan dengan cepat dan tanggap,” urainya.

“Untuk itu saya mengharapkan semua instansi mampu untuk melaksanakan secara terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh serta terasa maksimal di masyarakat,” tambah Ferdinand.

dikatakannya, dalam penanggulangan bencana juga perlu dipahami filosofi dari penanggulangan bencana yaitu pengurangan risiko atau dampak yang berupaya untuk menjauhkan rakyat dari bencana, menjauhkan bencana dari rakyat dan hidup berdampingan secara harmonis dengan bencana.

Baca Juga : Persiapan HUT Kemerdekaan, Tenaga Honorer Lapangan DLH Mubar Kerja Bakti di Desa Lafinde

“Kepada hadirin dan seluruh personel, untuk selalu mencermati perkembangan lingkungan yang terjadi, khususnya menyangkut permasalahan yang seringkali menjadi penyebab atau awal terjadinya suatu bencana yang tidak jarang diawali karena ulah manusia seperti membuka lahan/perkebunan dengan cara membakar hutan alang-alang, penebangan kayu secara liar,” ungkapnya.

Ia meminta agar semua personel selalu siaga dan perlu disadari bersama tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks, sehingga optimalisasi kinerja dan kesiapan operasional dalam menghadapi gangguan Kamtibmas khususnya terkait penanganan dan penanggulangan bencana alam adalah merupakan hal yang mutlak diperlukan.

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, diharapkan Polri, TNI bersama unsur terkait lainnya mampu bertindak secara cepat, tepat, arif, proporsional, profesional dan prosedural serta senantiasa mengacu kepada standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan.

“Kepada mengajak seluruh unsur untuk bersama-sama mengingatkan dan memberikan penyuluhan, imbauan serta penerangan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan masing-masing sebagai langkah aktif untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya bencana alam di sekitar kita,” tukasnya. (ADV)*

Facebook : Mediakendari

Terkini