Reporeter: Hasrun
RUMBIA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan pelatihan penggunaan Aplikasi Badan Usaha Milik Desa (SIA Bumdes) untuk tiga desa yakni Lantari Jaya, Tunas Baru dan Desa Lantawonua.
Kepala DPMD Bombana, Hasdin Ratta menuturkan, Bundes harus menjadi soko guru dalam pendapatan di setiap desa. Untuk itu, pihaknya menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengajarkan cara mengembangkan aplikasi SIA Bumdes.
“Hanya beberapa desa dulu kami hadirkan, setelah penetapan perubahan anggaran, kami akan melakukan pelatihan kepada Bumdes yang maju dan telah memberikan kontribusi ke desa,” kata Hasdin diruang kerjanya, Kamis (26/9/2019).
BACA JUGA:
- Mahasiswa KKA UM Kendari Buat Peta Administrasi Desa Anugerah
- GERAK SULTRA Apresiasi Rencana Kejati Sultra Cek dan Verifikasi Tambang Nikel di Pulau-Pulau, Termasuk Pasca Tambang Milik Istri Gubernur Sultra ASR Juga
- Kapal Angkut Bahan Kimia Terbakar di Laut Bombana, 2 Orang Tewas dan Sejumlah Korban Keracunan
Hasdin menjelaskan, SIA Bumdes adalah apliksi sistim informasi yang nantinya dimiliki desa, untuk penyusunan pelaporan badan usaha desa. “Jadi ini untuk pelaporan akuntansi Bumdes. Mulai dari perencanaan anggarannya, apa jenis usahanya dan kemana saja uangnya semua termuat disini,”ungkapnya.
Pihaknya juga akan mendorong kepada semua desa yang ada diwilayah itu, agar memiliki Bundes yang produktif, dengan melihat potensi usaha yang ada didesa untuk dikembangkan menjadai pendapatan asli desa.
“Bundes juga bisa bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengembangankan usaha.Tetapi Bundes tidak boleh mematikan jenis usaha yang sama didesa. Kita mau agar desa lebih berdaya, tidak hanya berharap pada APBN dan APBD saja,” pungkasnya. /B
