oleh

DPRD Minta Tinjau Ulang Amdal Rencana Realiyemen Jalan di Kolut 

LASUSUA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara meminta Komisi Penilai Analisis Mengenai Lingkungan Hidup (Amdal) Kolut, Dalam Rencana Realinyemen Jalan nasional batas SulSel – Batu Putih dan Lapai – Lasusua, kembali di tinjau ulang draf Pembuatan Dokumen Amdal RKL – RPL kerena tidak sesuai  draf perencanaan di lapangan.

Ketua DPRD Kolut, Melalui Anggota Komisi lll Buhari  mengatakan,  kebutuhan pekerjaan jalan tras Sulawesi di Kolut sangat di butuhkan, terutama di Kecamatan Batu Putih, hanya pembuatan draf Amdal jalan di Kolut dengan adanya peraturan Menteri lingkungan hidup no 16 tentang pedoman penyusunan Amdal dan peraturan menteri lingkungan hidup no 8 m, tentang tata laksana penilaian dan pemeriksaan dukumen dan isi lingkungan hidup, tidak sesuai dengan rambu- rambu di lapangan.

“Perbaikan jalan di Kolut sangat di butuhkan untuk akses  trasportasi, tetapi pembuatan draf Amdal untuk jalan ke batu putih menuju ke Sul Sel ada rambu – rambu yang di tabrak yang tidak sesuai dengan aturan Permen LH no 16 dan Permen LH no 8 itu, ” ungkap Buhari saat rapat pembahasan dukumen Amdal dan RKL – RPL  Rencana Rialinyemen jalan batas Sul Sel -Batu Putih, Lapai -Lasusua oleh Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Prov Sultra bersama Pemda dan Dinas Terkait di ruang kantor lingkungan hidup, kamis (28 /6 /2018).

Lebih lanjut, Ketua Baleg DPRD Kolut ini, menjelaskan dalam dua aturan  permen LH tidak singkronisasi dengan di lapangan, sehingga tidak farsial dan sangat sarambangan .

“Saya sebagai perwakilan masyarakat, jangan sarambangan membuat dokumen Amdal yang tidak mengacu dengan aturan, karena kebutuhan kemudian hak – hak masyarakat di kesampingankan, karena di dokumen draf andal banyak kekurangan dan kelemahan di sini,” tegasnya.

“Kita harus mengacu kepada aturan, dan yang lebih saya sayang kan dalam pembahasan ini kenapa tidak di hadirkan pihak kontraktor yang pemenang Tander karena banyak jalan yang di kerjakan pihak kontraktor baru beberapa bulan jalan selesai sudah banyak yang rusak, itu yang perlu di pertanyakan,” tutupnya.


Reporter : Bahar

Terkini