oleh

Hargai Diri, Hargai Orang Lain

-NEWS-29 dibaca

Baubau, 9 November 2021 – Sebanyak 913 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 November 2021 di Baubau, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Kembangkan Multikulturalisme di Ruang Digital” kali ini bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Buton.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Kreator Konten Tofan Stofiana, Staf Pengajar Fak. Agama Islam UM Buton Rahmat Haniru, Peneliti Multikulturalisme Herman Lawelai, dan Staf Pengajar FEKON UM Buton Tri Astuti. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Artha Senna selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Mengawali sesi pemaparan, pemateri pertama adalah Tofan yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Menyambut Generasi Alfa, Peluang dan Tantangan Keterampilan Digital”. Menurut dia, karakteristik generasi alfa yang terdidik, paham teknologi, berpikir praktis, bebas, dan bergantung pada internet, memberikan tantangan pengasuhan tersendiri bagi orang tua. “Demi masa depan mereka, generasi alfa perlu dibekali dengan berbagai keterampilan digital terkait otomatisasi, AI, manajemen informasi, kreativitas digital, daya pikir kritis, solutif, empati, dan orientasi melayani,” jelasnya.

Pramuka

Berikutnya, Rahmat menyampaikan materi etika digital berjudul “Digital Ethics”. Ia mengatakan, masyarakat multikultural yang cerdas di ruang digital akan menghormati budaya lain, tidak menganggap budaya sendiri lebih baik dari yang lain, memperkaya pengetahuan budaya lain dan membagikannya di dunia digital, menekankan toleransi budaya, bahasa dan agama serta berbaur tanpa membeda-bedakan latar belakang orang lain. “Kesadaran tentang asas nilai tata krama di dunia digital akan membuat kita mampu menjunjung tinggi keberagaman budaya, menghindari permusuhan, ujaran kebencian, dan konflik sosial,” ungkapnya.

Sebagai pemateri ketiga, Herman membawakan tema budaya digital tentang “Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital”. Menurut dia, sikap mengakui keragaman budaya menuntut kita memiliki kepedulian terhadap berbagai nilai semua kelompok etnik dan menekankan toleransi. “Dalam berinternet, kita harus menghormati hak orang lain, saling menghargai, bertanggung jawab, kritis, dan terbuka,” pesannya.

Adapun Tri Astuti, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Keamanan Siber”. Ia mengatakan, dunia maya yang bebas tanpa aturan hukum ketat memungkinkan terjadinya berbagai aktivitas ilegal yang berbahaya. Berinternet secara sehat perlu ditekankan untuk menghindari ancaman kejahatan siber tersebut. “Ciptakan internet sehat di lingkungan keluarga dengan upaya meningkatkan pengetahuan dan komitmen orang tua, menyediakan keragaman aktivitas rekreasi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menumbuhkan literasi digital,” ujar dia.

Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Sesi ini disambut dengan beragam pertanyaan dari para peserta. Dalam webinar di Baubau tersebut, panitia membagikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan menarik peserta diantaranya tentang bagaimana mendidik anak agar memanfaatkan internet untuk belajar dan berkembang secara optimal. Narasumber menjelaskan bahwa orang tua perlu memahami minat anak dan mengontrol aksesnya ke internet sesuai usia. Batasi durasi penggunaan internet anak dan luangkan waktu untuk beraktivitas fisik bersama.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

***

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Humas Literasi Digital Sulawesi

Email                     : [email protected]

Website               : https://event.literasidigital.id

Instagram            : @siberkreasisulawesi

Twitter                 : @SiberkreasiSul

Facebook            : Siber Kreasi Sulawesi

Penulis : Redaksi

Terkini