Reporter: Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Isu mutasi besar-besaran dilikungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara kembali menjadi pembahasan panas. Sejak era kepemimpinan Ali Mazi – Lukman Abunawas (AMAN) isu ini memang kerap muncul.
Munculnya isu ini direspon langsung Gubernur Sultra, Ali Mazi saat memimpin upacara rutin di Kantor Gubernur Sultra, yang diikuti seluruh ASN dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov, Senin (17/06/2019).
Dalam upacara, Ali Mazi mengungkapkan adanya isu mutasi yang kembali menyebar di lingkungan pemerintah Provinsi Sultra beberapa pekan terakhir.
“Mutasi, yang mutasi siapa?. Jadi ini karena ada penyebar isu mutasi itu,” katanya.
Menurut orang nomor satu di Bumi Anoa ini, isu mutasi kerap menjadi penyebab para pejabat lingkup Pemprov Sultra tidak konsen untuk berkerja. “Gara-gara isu mutasi banyak orang ragu untuk kerja,” jelasnya.
Untuk itu, Politisi Nasdem ini menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini belum ada mutasi. Namun, lanjutnya, jika ada pejabat yang ingin diganti maka dirinya akan melakukannya.
Baca Juga :
- Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian
- Kasus Penipuan Online di Sultra Tembus 943 Perkara, Facebook Jadi Modus dan Media yang Paling Dominan
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
- Kolaka Terima Dua Penghargaan, Mendagri: Kalau Yang Lain Belum Dapat Saya Minta Maaf
- LPS Pastikan Dana Masyarakat Tetap Aman, Bunga Penjaminan Tak Berubah
- Polda Sultra Salurkan Ribuan Kupon Kurban, Wujud Kepedulian Sosial dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat
“Belum ada mutasi, tetapi jika minta kita akan ganti. Tergantung otak saya lagi tenang atau tidak tenang,” tegasnya.
Dikesempatan tersebut, Gubernur Sultra dua periode ini juga meminta para pejabat bekerja lebih serius dan profesional sesuai dengan tupoksinya, demi kepentingan membangun Sultra ke arah yang lebih baik lagi.
Ia juga berharap tidak ada lagi oknum yang menyebarkan isu mutasi yang tidak memiliki dasar.
“Soal mutasi itu dari mana informarsinya. Sudahlah kita kerja, kita mau bangun daerah, jangan kita sebar isu yang tidak punya dasar jadi kacau orang bekerja,” tandasnya. (A)
