oleh

Kunker ke Baubau, Kadis Dikbud Sultra Singgung Soal Calo di Dunia Pendidikan

Reporter: Rahmat R / Editor: Kang Upi

KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio melanjutkan lawatannya ke Kota Baubau usai mengunjungi Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Dalam kunjungan kerja (Kunker)-nya, , Selasa 4 Agustus 2020, Asrun Lio bersama jajaran pejabat Dikbud Sultra bertatap muka dengan Kepala Sekolah (Kasek) se Baubau di SMKN 3 dan SMAN 3 Baubau.

Asrun Lio menjelaskan, Kunker ke Baubau sengaja diagendakan pihaknya agar bisa berdiskusi langsung dengan Kasek, sekaligus memperkenalkan jajaran pejabat Dikbud Sultra.

Menurutnya, perkenalan pejabat itu merupakan agenda penting untuk memastikan tidak adanya calo di dunia pendidikan, khususnya dalam pelayanan sekolah di Dikbud Sultra.

Dirinya berharap, dengan perkenalan para pejabat Dikbud Sultra, maka pelayanan dinas terhadap sekolah semakin maksimal, selain itu juga akan menutup celah bagi para calo.

“Ini bagian dari pelayanan, kita pastikan tidak ada pencaloan, tidak ada calo-calo yang bekerja di Dikbud. Mereka (Kasek) kalau ada masalah, langsung pada bidang atau seksi masing-masing,” tegasnya.

Doktor jebolan Australian National University (ANU) ini dalam rilisnya juga menerangkan, dirinya masih menemukan adanya Kasek yang kurang memahami jalur konsultasi ke Dikbud Sultra.

“Masih banyak Kasek yang tidak tahu kemana membawa keluhannya, ditujukan kepada siapa di Dikbud Sultra. Seperti masalah rotasi atau mutasi guru, ini tentu harus berhubungan di bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK),” ujarnya.

Untuk itulah, lanjutnya, dirinya membawa, serta mengenalkan seluruh jajaran pejabat struktural di Dikbud Sultra kepada para Kasek se Baubau, untuk diketahui figur dan perannya.

“Kalau mau berurusan di Kepegawaian, ini ada Pak Adam, dia Kasubag Kepegawaian, kalau berurusan dengan GTK, ini ada ibu Andi Asmawati, seksi SMK, ada Pak Husrin Haji, kepala seksinya dan begitu seterusnya,” terangnya.

Dorong SMKN 3 Baubau Terapkan Teaching Factory

Dalam lawatannya itu, usai bertatap muka dengan Kasek, Asrun Lio bersama jajaran Dikbud Sultra juga menyempatkan diri untuk melihat sarana dan prasarana di SMKN 3 Baubau.

Dijelaskannya, sekolah itu mengalami peningkatan signifikan khususnya pada kelengkapan sarana pendidikan. Bahkan, dirinya menilai SMKN 3 Baubau telah layak menjadi teaching factory.

“Saya lihat jurusan busana sudah lengkap, sudah seperti konveksi, itu sudah memenuhi syarat sekolah ini bisa menjadi teaching factory, maksudnya sekolah tidak hanya melaksanakan proses pembelajaran, tapi juga menghasilkan produk,”ungkapnya.

Melengkapi lawatannya, Asrun Lio juga memantau praktik siswa seperti pengukuran baju, pelayanan hotel seperti layanan resepsionis, sovenir lokal, dan layanan kamar hotel kelas satu serta praktik di jurusan kecantikan dan tata boga.

Pemantauan yang sama juga dilakukan di SMAN 3 Baubau usai bertatap muka dengan Kasek SMA se-Baubau. Di sekolah ini, Asrun Lio menjanjikan membantu pembangunan laboratorium bahasa dan IPA.

Selain itu, dirinya juga berjanji akan mereorganisasi guru matapelajaran di karena dirinya menilai jumlahnya telah berlebihan, dari jumlah ideal yang dibutuhkan sekolah.

“Akan melakukan pemindahan guru bidang studi tertentu karena sudah berlebihan yang ada di sekolah di maksud,” pungkasnya.

Terkini