Reporter : Ruslan
Editor : Taya
KENDARI- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tahun ini segera menuntaskan beberapa titik-titik Wilayah yang menjadi langganan banjir dan jalan yang kerusakannya cukup parah dalam Kota Kendari.
Walikota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, yang menjadi kendala terkait masalah administrasi dan mekanisme pengelolaan keuangan di pemerintahan
“Kita juga hati-hati, kami tidak ingin aktivitas yang dilakukan akan berdampak hukum. Oleh karena itu dalam waktu dekat ini sudah akan mulai bergerak di lingkup Pemkot Kendari,” jelasnya.
Politisi PKS ini menjelaskan, pada 2019 ini pihaknya akan mengerjakan sebagian saja karena keterbatasan anggaran.
Baca Juga :
- Polda Sultra Musnahkan 6,2 Kg Sabu dan 958 Gram Ganja
- Jelang Idulfitri, Gubernur Sultra Turun Langsung Pantau Harga dan Distribusi Pangan
- Satu Tahun Pimpin Kendari, Siska–Sudirman Paparkan Capaian Pembangunan
- IMM Kota Kendari Gelar Aksi di Polda Sultra, Desak Evaluasi Kapolres Bombana
- Polda Sultra Fasilitasi 50 Personel Miliki Rumah Subsidi di Kaba Residence
- Tamalaki Sultra Soroti Proses Hukum Kasus Penganiayaan di Polresta Kendari
“Beberapa titik rawan yang sudah di indentifikasi sebagai titik rawan banjir, termasuk juga jalan-jalan yang kerusakannya cukup para akan tertangani tahun ini,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/5/2019).
Untuk lokasi yang akan dikerjakan nantinya, Sulkarnain mengaku tidak hafal dimana saja. Ia menyebutkan salah satu diantaranya yakni di Bundaran Pesawat Lepo-lepo, Kecamatan Baruga dan sekitar Asrama Haji di Jalan Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua.
“Jadi tahun ini kita akan beralih di Lepo-lepo dan beberapa titik lain. Mungkin di sekitar Malik Raya, Saranani yang selalu menjadi langganan banjir tahun ini segera tertangani baik jalan maupun drainase,” katanya.
“Untuk anggaran yang digelontorkan buat perbaikan jalan maupun drainase cukup besar berkisar puluhan miliar,” pungkasnya. (A)
