HEADLINE NEWSKENDARIPOLISI

Operasi Patuh Anoa 2025, Satlantas Polresta Kendari Tekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalulintas

719
Operasi tersebut merupakan salah satu upaya intensif dari jajaran kepolisian untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari menggelar razia kendaraan bermotor dalam rangka Operasi Patuh Anoa 2025, yang berlangsung di perempatan Pasar Baru Wua-wua, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan itu dipimpin langsung Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Syahrul. Operasi tersebut merupakan salah satu upaya intensif dari jajaran kepolisian untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat.

Dalam kegiatan razia stasioner itu, petugas menjaring puluhan motor yang sebagian besar menggunakan knalpot bogart atau brong.

Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Syahrul menjelaskan, pelanggaran yang dominan ditemukan adalah pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm.

Serta berboncengan lebih dari satu orang, kendaraan tanpa spion, menggunakan knalpot brong, hingga motor tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

“Pengendara motor memang masih mendominasi sebagai pelanggar. Karena itu kami optimalkan penindakan kasat mata yang tidak bisa ditindak melalui ETLE,” jelas AKP Syahrul.

AKP Syarul menambahkan pelaksanaan razia dilakukan dengan tetap mengedepankan sikap humanis, namun tetap tegas terhadap para pelanggar aturan lalu lintas.

“Dalam Operasi Patuh Anoa 2025 kami melaksanakan kegiatan terpadu, tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga upaya preemtif dan preventif seperti penyuluhan hukum lalu lintas serta pendidikan masyarakat di sekolah-sekolah dan komunitas,” tambahnya.

Kasat Lantas Polresta Kendari mengimbau masyarakat, khususnya pengendara motor, untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

“Kami ingin membentuk masyarakat yang sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Tertib lalu lintas bukan hanya untuk menghindari tilang, tapi demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version