Pecah Telor Mafia Tanah! Bos Baru BPN Sultra Sowan ke Polda, Sinyal Perang Terhadap Sengketa Lahan
KENDARI, Mediakendari.com- Gerak cepat. Belum lama dilantik, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sultra yang baru, Achmad,S.ST., M.H., langsung sowan ke markas Polda Sultra, Rabu (16/9/2026). Sinyal kuat perang terhadap mafia dan sengketa tanah di Sultra.
Achmad tidak datang sendiri. Ia didampingi pendahulunya, Budi Hartanto, S.SiT., M.H., QRMP, sebagai bentuk estafet kepemimpinan yang mulus.
Rombongan disambut langsung oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K. bersama jajaran Pejabat Utama Polda.
Ini bukan sekadar silaturahmi perkenalan. Ini adalah konsolidasi kekuatan.
Di meja pertemuan, dua institusi kunci ini sepakat satu suara: Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Kepastian Hukum Pertanahan.
Selama ini, persoalan tanah jadi bom waktu di Sultra. Tumpang tindih sertifikat, penyerobotan lahan, hingga ulah mafia tanah kerap berujung konflik horizontal di masyarakat.
“Sinergi BPN dan Polri adalah kunci. BPN punya data dan kewenangan administrasi, Polda punya kewenangan penegakan hukum. Kalau dua-duanya solid, tidak ada ruang bagi mafia tanah bermain,” ujar salah satu sumber.
Diketahui, Kanwil ATR/BPN Sultra mengemban tugas berat mulai dari survei pemetaan, penetapan hak, pendaftaran tanah, hingga penanganan sengketa dan konflik.
Sementara Polda Sultra menjadi garda terdepan saat sengketa masuk ranah pidana.
Dengan pertemuan ini, kedua lembaga berkomitmen mengedepankan penyelesaian sengketa yang profesional, transparan, dan anti tebang pilih sesuai peraturan perundang-undangan.
Langkah Achmad sowan ke Polda dinilai sebagai strategi cerdas. Ia ingin memastikan di awal masa jabatannya, fondasi koordinasi sudah kokoh demi pelayanan prima dan situasi Kamtibmas yang kondusif di Bumi Anoa.
Editor : Jafrun.
