oleh

Pemkab Konawe Target Turunkan Angka Stunting Hingga 14 Persen

-NEWS-200 dibaca

KONAWE, MEDIAKENDARI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe berkomitmen untuk menurunkan angka penderita stunting hingga 14% di tahun 2024 mendatang.

Upaya ini bertujuan agar anak-anak di daerah tersebut tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Diketahui Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya, dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Komitmen Pemda Konawe ini salah satunya diwujudkan dengan penyerahan bantuan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita penderita Stunting di Puskesmas Lambuya, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe

Baca Juga : Pemprov Sultra Siap Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Melalui TLC

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Dr. Ferdinan Sapan, mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, dalam sambutannya mengatakan, pergram bantuan ini merupakan bukti dari komitmen Bupati Konawe KSK untuk menyehatkan ibu hamil dan balita yang terdampak dari pada gizi buruk.

“Program ini bukan hanya di sini, tetapi kami juga akan dilaksanakan melalui Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Konawe. Masalah Stunting ini, Bupati Konawe sudah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah proteinnya dulu, kemudian kita atasi masalah sanitasinya”, lanjutnya.

Untuk itu, kata Dr. Ferdinand, dalam penanganan masalah stunting ini pihaknya melibatkan TNI Polri sebab bukan hanya pada usia balita tetapi pada saat anak anak penderita stunting memasuki usia remaja dan produktif.

Dampaknya akan menyusahkan lingkungan sosialnya, kenapa? Karena anak ini tidak bisa mandiri dan perlu pendampingan setiap saat dari keluarga dan membuat anak itu sendiri tidak peroduktif.

Baca Juga : Kamera Tilang Elektronik di Kota Kendari Rekam 900 Pelanggaran Lalu Lintas

“Sekarang posisi kita di Konawe cukup besar 26,2%. Tugas kita semua menurunkan angka stunting sampai tahun 2024 itu sampai turun diangka 14 %. Dari sisi gizi kita di Konawe menurut saya tidak terlalu bermasalah karena kasus kelaparan hampir tidak ada,” ungkapnya.

Dia berharap, tidak hanya Camat tetapi masalah stunting ini juga sudah melibatkan TNI Polri untuk menangani masalah serius tentang Stunting ini.

Karena menurut beberapa pendapat ahli, masalah stunting ini lebih berbahaya dibanding Covid 19. Kalau Covid itu siklusnya ketahuan tapi stunting ini siklusnya sampai yang bersangkutan meninggal dunia, jadi stunting ini lebih berbahaya di banding Covid 19.

“Sesuai pesan Bapak Bupati, harapan kita hari ini agar ibu – ibu dan bayinya konsisten dari aturan. Agar makanan tambahan ini dikonsumsi setiap hari selama 90 hari harus diminum rutin, meskipun anak kita bertambah gemuk agar jangan di hentikan, karena bayi kita kan masih menyusui dan jangan kawatir karena ini bukan obat tapi minuman perotein” tutup Ferdinan Sapan.