Pemkot Kendari Segera Perbaiki Pergudangan Agribisnis yang Ambruk

NEWS332 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDATI.COM – Tujuh dari sebelas Pergudangan Agribisnis milik Dinas Pertanian Kota Kendari ambruk akibat angin puting beliung pada pertengahan Desember 2022 lalu.

Akibat kerusakan gudang ini berdampak pada produksi hasil bumi yang mengalami hambatan. Selain itu gudang tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah yang mengakibatkan pengusaha yang menyewa sejumlah gudang tersebut meminta Pemerintah Kota Kendari untuk melakukan revitalisasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Sahabuddin mengatakan pihaknya mendorong pemilik gudang Agribisnis dan BPBD dalam hal ini Dinas Pertanian Kota Kendari untuk mengambil langkah cepat dalam mengatasi permasalahan.

“Masyakarat yang ada disini kan mengeluarkan uang untuk sewa, mau tak mau ada proses yang berjalan. Masyarakat merasa dirugikan karena sudah melakukan pembayaran,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini harus ditindaklanjuti secepatnya oleh pihak yang memungut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ditempat tersebut, terlebih lagi disinyalir Dinas Pertanian bisa meraup APBD mencapai Rp116 juta per tahun.

Baca Juga : Perumda Mencoba Ajak Pedagang Ilegal di Kendari Berjualan ke Dalam Pasar

“Kenapa tidak bisa dipergunakan sebagian untuk revitalisasi? Toh juga sebenarnya pungutan ini kita ambil dari pengusaha atau masyarakat itu harus kembali ke mereka. Kenyamanan mereka untuk berusaha dan mencari nafkah,” jelasnya.

Politisi Golkar ini juga mengatakan pihaknya akan membuat rekomendasi cepat untuk penanganan lebih awal terkait dengan perbaikan gudang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda mengatakan pada Senin mendatang, pihaknya akan memulai progres perbaikan untuk menindaklanjuti permintaan warga dan DPRD Kota Kendari.

“Kita akan segera dieksekusi pada pekan depan, akan dimulai dengan penyusunan administrasi, rencana anggaran biaya atau RAB, ongkos tunjangan dan sebagainya.

Selain itu dia mengungkapkan pada 3 minggu sebelumnya pihaknya telah mengirim laporan kepada pimpinan untuk mengantisipasi kejadian ini.

“Arahan Sekda disuruh bersabar sambil dibuatkan tahapan. Sebenarnya di tahun 2024, karena kalau dianggarakan untuk 2023 kan sudah selesai pembahasannya,” katanya.

“Alhamdulillah hari ini ada angin segar melalui rekomendasi Komisi II DPRD Kota Kendari untuk menggunakan dana talangan. Itupun juga tetap akan dilaporkan ke pimpinan,” tambahnya.

Baca Juga : Andi Lukman Anggap KKN Reguler Tidak Ada Gunanya

Salah satu penyewa gudang, Herman mengatakan pasca musibah terjadi, produksi hasil bumi seperti halnya, kopra, jambu mete, merica, pala, buah cokelat, kemiri, pinang, cengkeh tidak berjalan lancar seperti biasanya.

“Tetap jalan tapi ada sedikit kendala, dan hambatan, apalagi jika turun hujan maka pengusaha akan mengalami kerugian yang banyak,” jelasnya

Dia juga mengungkapkan beberapa hari setelah terjadinya musibah yang merobohkan gudang tersebut, pihaknya langsung melaporkan hal itu kepada pihak pemerintah kota untuk mencarikan solusi.

“Karena secara kebetulan mereka yang menyewa inikan Rp 7 juta per bulan, tapi rata-rata yang menyewa ini 2 pintu jadi Rp14 juta. Andaikan itu dikembalikan yang secara kebetulan ini masih ada lahan kosong Agribisnis, saya kira kan masih bisa dipakai demi keamanan barang-barang yang ada hari ini. Kita bisa lihat terbengkalai dimana-mana kan,” jelasnya .

Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Dinas Pertanian agar mencarikan solusi demi keamanan barang-barang yang ada di gudang tersebut.

Reporter : Dila Aidzin