SULTRA

Pj Gubernur Sultra Instruksikan Wali Kota dan Bupati Pantau Pasar Tradisional Agar Inflasi Terkendali

722
×

Pj Gubernur Sultra Instruksikan Wali Kota dan Bupati Pantau Pasar Tradisional Agar Inflasi Terkendali

Sebarkan artikel ini

KENDARI, Mediakendari.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) rutin membahas pengendalian inflasi bersama kementerian dalam negeri (Kemendagri), Senin 19 Februari 2024.

Dalam Rakor tersebut, Sultra mendapatkan apresiasi dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingat dianggap berhasil dan mampu meraih peringkat kedua nasional dalam penyaluran bantuan pangan pada tahun 2024 dengan persentase sebesar 33.92%, dibawah Provinsi Kalsel yang berhasil menyabet peringkat pertama dengan capaian sebesar 35.57%.

Irjen Kemendagri, Tomsi Tohir saat Rakor sampaikan pengarahan, masing-masing : Pertama, Kepala Daerah diharapkan agar mewaspadai komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Kedua, Gerakan Pangan Murah agar terus diselenggarakan secara konsisten oleh Pemerintah Daerah, dan Ketiga, Bulog agar mempercepat penyaluran beras SPHP, dan dapat disalurkan juga beras SPHP premium ke retail-retail modern.

Andap menginstruksikan para Bupati dan Wali Kota agar segera menindak lanjuti hasil rakor itu dengan memantau secara langsung pasar tradisional serta segera menggelar Gerakan Pangan Murah di wilayahnya masing-masing.

“Mari kita mengajak seluruh masyarakat dan para pihak terkait agar turut mengawasi terhadap distribusi komoditas yang sering naik sehingga tidak ada upaya penimbunan stok menjelang Bulan Suci Ramadan di tempat kita,” ungkap Andap.

Dari peninjauan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra menjelang tiga minggu memasuki Bulan Ramadan 1445 H / 2024 M, sejauh ini harga komoditas pangan di Sultra terpantau relatif stabil.

Hal ini terlihat pula dari turunnya angka inflasi Sultra menjadi 2.46% dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke-3 bulan Februari 2024 yang juga turun sebesar -2.29%. Meski angka inflasi di Sultra terkendali, namun perlu menjadi perhatian terhadap komoditas yang kerap naik dan turut berkontribusi pada naiknya angka IPH yakni cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam.

You cannot copy content of this page