Reporter : Mumun
Editor : Kang Upik
WANGGUDU – Turnamen futsal tingkat Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) rencananya bakal dibuka Selasa (20/8/2019) malam. Segala persiapan jelang pembukaan mulai dirampungkan oleh panitia.
Namun rencana pembukaan turnamen yang digelar di lapangan sepak bola Kelurahan Molawe Kecamatan Molawe itu nampaknya terancam batal digelar.
Hal ini setelah, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lasolo dari satuan Intelkam melakukan pemasangan garis polisi atau Police Line di lapangan tempat digelarnya turnamen tersebut.
Kanit Intelkam Polsek Lasolo, Bripka Nurdin mengatakan, pemasangan garis polisi di lapangan futsal lantaran kegiatan tersebut belum mengantongi izin keamanan dari pihak kepolisian setempat.
“Setidaknya 3×24 jam pengajuan surat izin. Makanya kita pasangkan police line, karena belum ada izinnya. Baru mereka bawa surat pengantar sementara pembukaannya sebentar malam,” katanya dilokasi pemasangan police line, Selasa siang (20/8/2019).
BACA JUGA :
- Kapolda Sultra Pantau Pengaturan Lalu Lintas, Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan di Jalan
- Larangan Penggunaan Vape Bagi Seluruh Personel dan ASN Polri
- Lagi, Kapolres Konsel AKBP Daeng Riandika Kembali Hadir Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Punggaluku yang Kekeringan Akibat El Nino
- Dugaan Pengerjaan Proyek Rp26.4 Miliar Tidak Sesuai Juknis dan Spesifikasi, Kejati Sultra Diminta Periksa Pimpinan PT ARG dan PT AGK.
- Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Konsel AKBP Daeng Riandika Kunjungi SMAN 4 Palangga, Beri Motivasi dan Semangat ke Pelajar
Pihaknya menyesalkan sikap panitia turnamen futsal yang terkesan tidak menganggap keberadaan Polsek Lasolo. Padahal, jika dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terjadi hal yang tidak diinginkan pihak kepolisian pasti turun tangan mengamankan turnamen tersebut.
“Police line ini akan dibuka jika sudah ada koordinasi dan sesuai dengan prosedur serta persyaratan perizinan yang mereka ajukan baru dilanjutkan kegiatan,” ujarnya.
“Kita belum bisa pastikan apakah dibuka (police line) sebentar atau tidak. Ini supaya ada perhatian dari panitia,” lanjutnya.
Nurdin juga mempertanyakan bagaimana prosedur pengamanan kegiatan. Apalagi kegiatan tersebut adalah open turnamen yang melibatkan klub antar Kecamatan.
“Sistem pengamanannya seperti apa kalau tidak ada koordinasi. Apalagi ini open turnamen tentunya kan mengundang banyak orang, banyak peserta. Tidak menutup kemungkinan ada gesekan antar suporter,” tutup Bripka Nurdin. (A)
