NEWS

PPS Kendari Fokus Tingkatkan Sarana dan Prasarana Nelayan

894
×

PPS Kendari Fokus Tingkatkan Sarana dan Prasarana Nelayan

Sebarkan artikel ini
Ketua Badan Riset Dan SDM KP, Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc dan Rombongan didampingi oleh Ketua PPS Kota Kendari saat berkunjung ke Ruang Kontrol PPS Kota Kendari.

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kota Kendari tetap membina para nelayan khususnya untuk meningkatkan mutu dan standar penanganan ikan agar bisa menembus pasar ekspor lebih besar lagi.

Hal ini tidak lepas dari kerjasama antara pihak-pihak terkait, harus adanya support aktif untuk para SDM terkait.

“Jadi kita harus betul kelola hal ini, jika tidak benar kita kelola satu persatu akan tutup, mata pencaharian akan hilang, karena ikan kita ini melimpah jadi kita harus benar-benar kelola,” ungkap Ketua PPS Kota Kendari, Syahril Abd Raup.

Saat ini PPS Kota Kendari ditunjuk sebagai salah satu tempat untuk menerapkan sistem Eco-Fishing Port, yaitu pengelolaan pelabuhan untuk mencapai keseimbangan antara lingkungan dan manfaat ekonomi sehingga ada keseimbangan antara aspek komersial dan lingkungan dalam menunjang pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Syahril juga mengungkap tahun ini akan fokus terhadap sarana dan prasarana, para nelayan, melihat kembali sistem yang berjalan, pun terkait SOP yang sedang diberlakukan oleh PPS Kota Kendari.

Ditempat sama, Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menilai adanya revitalisasi teluk Kendari itu bisa turut berkontribusi dengan permbangunan kota.

“Kemungkinan 4 permasalahan yang akan muncul terkait teluk kendari karena revitalisasi ini pasti akan ada diwilayah teluk kendari. Pertama, masalah sampah, sedimentasi atau gundukan pasir akibat aliran sungai, kesemrawutan pembangunan daerah pesisir serta semakin berkurangnya mangrove,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan, Hafid mengaku senang dengan fasilitas ataupun dukungan yang diberikan pihak PPS terhadap nelayan kendati tidak jarang pihaknya juga menemukan kendala dalam menangkap atau mendistribusikan ikan.

“Kendala kami itu masalah BBM. Jadi kalau musim ikan kaya mau perang karena semua orang mau cepat mau duluan mendistribusikan ikannya. Ini yang biasa sering sekali terjadi” jelas Hafid.

Menanggapi hal itu, Badan Riset dan SDM KP, I Nyoman Radiarta mengatakan pihaknya akan mengkaji lebih dalam untuk bahan subsidi dan bekerjasama melalui PPS Kendari.

Reporter: Nur Anisah

You cannot copy content of this page