KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Kericuhan antar mahasiswa yang terjadi di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menjelang Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) menuai berbagai spekulasi.
Sejumlah mahasiswa menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan dipicu oleh Pemilma dan tidak ada penyerangan terhadap Sekretariat UKM LEMKA, sebagaimana isu yang beredar.
Berdasarkan keterangan mahasiswa yang berada di lokasi kejadian, insiden tersebut berlangsung di sekitar Sekretariat UKM LEMKA dan UKM Pers pada Selasa (23/12/2025).
Mahasiswa yang mengatasnamakan UKM Pers disebut tidak memiliki tujuan menyerang sekretariat UKM LEMKA, melainkan datang untuk meminta pertanggungjawaban atas insiden sebelumnya yang menimpa salah satu kader UKM Pers berinisial HF.
“Tujuannya kita datang di sana bukan mau menyerang, tapi untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden sebelumnya yang mengorbankan salah satu kader UKM Pers yang itu HF,” kata Arfan Sangga.
Ia menjelaskan, dua orang yang diduga terlibat dalam keributan sebelumnya diamankan di Sekretariat UKM LEMKA. Kondisi itulah yang mendorong rekan-rekan dari UKM Pers mendatangi lokasi tersebut guna meminta klarifikasi dan penyelesaian secara terbuka.
“Kenapa kita datang di Lemka, karna pelakunya yang dua orang itu mereka amankan di sana,” lanjutnya.
Situasi kemudian memanas ketika terjadi saling teriak antara kedua belah pihak. Adu argumen tersebut berujung pada aksi saling dorong, baik dari pihak UKM Pers maupun UKM LEMKA, sehingga kericuhan tidak terhindarkan.
Pihak UKM Pers menegaskan bahwa mereka telah datang dengan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, kehadiran mereka justru ditolak dan dianggap sebagai upaya penyerangan oleh pihak UKM LEMKA.
“Sebenarnya kami sudah beritikad baik mi karna mau datang ke mereka untuk suruh buat klarifikasi baru minta maaf, tapi mereka malah tolak kedatangannya kita baru mereka teriak-teriak bilangi kita serang sekretnya mereka,” kata Asran.
Sementara itu, sejumlah mahasiswa lain yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menilai bahwa kericuhan tidak terlepas dari momentum pesta demokrasi lembaga kemahasiswaan yang tengah berlangsung di IAIN Kendari.
“Ricuh ini karna momen pesta demokrasi nya IAIN,” kata Ahmad, mahasiswa IAIN Kendari.
Mahasiswa lainnya juga menyoroti peran organisasi Pasmi yang dinilai lalai dalam mengawasi kadernya, sehingga insiden awal yang memicu kericuhan terjadi.
“Bagaimana tidak ricuh, kalau dorang tidak jagai kader-kadernya. Dorang biarkan kadernya serang orang UKM Pers, di sekretariat nya lagi UKM Pers,” kata Zul, mahasiswa yang berada di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindak lanjut resmi dari kedua belah pihak untuk melakukan mediasi guna menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.(A)
Laporan: Ahmad Mubarak
