BREAKING NEWSKONAWE SELATAN

‎RKAB Tak Terbit, Rakyat Menjerit! Ekonomi Masyarakat Torobulu Terancam Lumpuh

‎RKAB Tak Terbit, Rakyat Menjerit! Ekonomi Masyarakat Torobulu Terancam Lumpuh

‎KONAWE SELATAN, Mediakendari.com – Belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menjadi perhatian serius karena dinilai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

‎Lembaga Gerakan Anti Koropsi Sulawesi Tenggara (Gerak Sultra) prihati melihat Kondisi kehidupan masyarakat wilayah tambang tersebut.

‎Ketua Gerak Sultra,.Wiwin Saputra menyebutkan akibat tidak beraktivitasnya PT.WIN mulai dirasakan masyarakat yang selama ini menggantungkan aktivitas perekonomian mereka pada keberadaan kegiatan usaha pertambangan PT WIN.

‎”Sejumlah dampak yang menjadi perhatian di antaranya melemahnya aktivitas perekonomian masyarakat, berkurangnya lapangan pekerjaan, hingga menurunnya pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat,” ujar Wiwin kepada Mediake.dari.com

‎Situasi ini memunculkan dilema bagi masyarakat. Di satu sisi, keberlangsungan aktivitas perusahaan dinilai memiliki keterkaitan dengan perputaran ekonomi lokal. Namun di sisi lain, kegiatan pertambangan tetap harus berjalan sesuai dengan ketentuan perizinan dan regulasi yang berlaku.

‎”Masyarakat berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut, terutama dengan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat belum terbitnya RKAB PT WIN,” pinta Wiwin.

‎Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, masyarakat khawatir dampaknya akan semakin meluas, khususnya terhadap pekerja, pelaku UMKM, serta usaha-usaha kecil yang selama ini ikut menopang perekonomian di sekitar wilayah operasional perusahaan.

‎Karena itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai status RKAB PT WIN serta langkah yang akan ditempuh untuk menjaga keberlangsungan perekonomian masyarakat tanpa mengabaikan aspek hukum, tata kelola pertambangan, dan ketentuan lingkungan.

“Masyarakat juga berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan solusi sehingga aktivitas ekonomi di Torobulu tidak terus mengalami tekanan,” cetus Wiwin.

Liputan : Jafrun.

Exit mobile version