oleh

Semarak HUT Bhayangkara ke-73, Satlantas Polres Bombana Layani Pembuatan SIM Gratis Bagi Warga yang Lahir 1 Juli

Reporter : Hasrun

Editor : Kang Upi

RUMBIA – Memperingati Hari Bayangkara ke-73 pada 1 Juli 2019 mendatang, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bombana menggelar bhakti pelayanan dengan melayani pembuatan SIM secara gratis bagi warga yang lahir pada 1 Juli.

Kepala Satlantas Polres Bombana, IPTU Izak, SH menuturkan, program layanan SIM secara cuma-cuma itu di peruntukan bagi warga yang lahir bertepatan dengan Hari Bhayangkara.

Menurutnya, program tersebut juga merupakan inovasi Satlantas dalam menyambut Hari Bhayangkara ke 73, pada 1 Juli 2019 mendatang.

“Jadi program bhakti pelayanan ini, hanya untuk masyarakat yang lahir pada 1 Juli saja, yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara,” Ujar IPTU Izak saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu(22/6/2019).

Ia juga menjelaskan, pelayanan SIM tidak hanya diberlakukan bagi pengendara motor tetapi juga untuk pengendara mobil atau pelayanan SIM A.

“Dan hanya berlaku bagi warga yang baru akan membuat SIM tidak untuk memperpanjang SIM,” jelasnya.

IPTU Izak juga mengatakan, pelayanan SIM gratis bagi warga kelahiran 1 Juli itu, akan dimulai Senin 24 Juni hingga 9 Juli 2019 mendatang. “Jadi 14 Hari kerja, kita sengaja kasih waktu dua minggu, jagan sampai ada yang belum tau supaya ada kesepakatannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Kasat Lantas Polres Bombana ini, bagi warga yang lahir pada 1 Juli dan hendak membuat SIM, dipersilakan untuk mendatangi Kantor Lantas Polres Bombana sesuai jadwal yang di tentukan.

“Datang saja ke kantor, persyaratan utama yaitu lahir 1 Juli, kemudian KTP, jika tidak ada KTP, surat keterangan lainnya yang membuktikan jika dia lahir di 1 Juli, yang penting ada buktinya, biar menggunakan foto copy ijazah juga bisa kalau tidak punya KTP kita tidak persulit,” ungkapnya.

Meski begitu Lanjut Izak, pihaknya juga akan menguji calon peserta pembuat SIM terkait dengan ketempilan saat berkendara, agar pemberian SIM secara gratis tidak diberikan kepada warga yang tidak layak atau trampil dalam berlalulintas.

“Kita harus yakin kalau dia terampil dan layak berkendara, kita juga akan disoroti jika hanya memberikan SIM cuma-cuma kepada yang tidak memiliki kemampuan berlalulintas, dampaknya nanti di jalan. Kalau dia terampil pasti lolos dan biayanya geratis,” tutupnya. (A)

Terkini