Pemerintahan

Sholat Ied 1445 H di Masjid Raya Al-Kautsar, Pj Gubernur Sultra Minta Maaf Apabila Belum Penuhi Seluruh Harapan Masyarakat

1110
×

Sholat Ied 1445 H di Masjid Raya Al-Kautsar, Pj Gubernur Sultra Minta Maaf Apabila Belum Penuhi Seluruh Harapan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

KENDARI, Mediakendari.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah di Masjid Raya Al-Kautsar, Rabu 10 April 2024.

Andap didampingi anak-anaknya tiba di masjid Al-Kautsar sekira pukul 06.50 WITA.

Andap menyempatkan diri memberikan sambutan singkat sebelum sholat Ied. Ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mewakili seluruh jajaran Pemprov Sultra kepada seluruh masyarakat Sultra jika selama kurang lebih tujuh bulan bertugas di Sultra belum dapat mewujudkan semua harapan masyarakat.

“Meskipun telah berupaya semaksimal mungkin, dari hari pertama memimpin di Bumi Anoa hingga hari ini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sultra yang telah berjuang hadapi berbagai kesulitan, terutama dalam hadapi Covid El-Nino berkepanjangan dan bencana hidrometeorologi berupa banjir,” ungkapnya.

Andap berharap melalui perayaan Iedul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah / 2024 Masehi menjadi titik awal untuk perjalanan selanjutnya, “perjalanan yang selalu mengarahkan hati, pikiran dan batin kita kepada Allah SWT.”

“Satu bulan lamanya kita menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kita melatih diri bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengasah kesabaran kita. Insya Allah, Ibadah tersebut akan kita lanjutkan untuk menjadikan keimanan kepada-Nya sebagai benteng sekaligus tameng di sisa usia pengabdian kita semua,” katanya.

Khatib masjid Al-Kautsar, KH Djakri Napu  menyampaikan ceramah dengan tema “Makna Iedul Fitri : Mencari Rasa Bahagia dengan Memberi”. Kisah Rasulullah SAW saat melihat seorang anak yatim piatu. Anak itu duduk menyendiri dengan wajah sedih pada saat Iedul Fitri.

Saat itu, Rasulullah SAW meletakkan telapak tangannya dan menawarkan pada si anak yatim. “bila Aisyah menjadi ibumu dan Muhammad menjadi ayahmu,” tuturnya,  “tempat tinggal Rasulullah pun ditawarkan menjadi rumahnya anak yatim. tersebut. Anak yatim tersebut mendapat berkah yang luar biasa.”

K.H. Djakri Napu mengingatkan pada jamaah bahwa sikap Nabi Muhammad hendaknya dijadikan tauladan.

“Ingatlah bahwa nilai hakiki suatu pemberian tidak semata-mata ditentukan oleh besar kecilnya materi yang diberikan,” jelas K.H. Djakri Napu,” Pemberian pun tidak selalu berupa materi. Ada hal lain yang tidak bersifat material, namun lebih menentukan nilai dan efektivitas suatu pemberian.”

Lebih lanjut, K.H. Djakri Napu mengajak seluruh Jamaah untuk meresapi makna Islam sedalam-dalamnya dengan menjauhkan diri dari ingkar dan kufur.

“Mari mengembalikan kesucian, kembali ke fitrah, dengan bermohon ampunan dan maghfirah Allah SWT atas segala dosa-dosa kita. Mari saling bermaaf-maafan, bersalam-salaman untuk menciptakan hidup damai sepenuhnya sepanjang masa,” katanya.

You cannot copy content of this page