MEDIAKENDARI.COM, UNAAHA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kibar Indonesia, Sulawesi Tengara, melalui Sekretarisnya, Karmin, menyoroti kinerja Balai Sungai Wilayah IV Sulawesi Tenggara, atas robohnya talud penahan abrasi sungai, yang beralamat di Kelurahan Latoma, Kabupaten Konawe , Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pasalnya, talud penahan abrasi sungai roboh, yang panjangnya kurang lebit sekitar puluhan meter jatuh kesungai. Dan patahannya uang terpisah pisah pisah dari dasar talud. Parannya patahan talud hingga sampai ketengah sungai.
Dikhawatirkan lagi dapat menghambat kelancaran air sungai, belum lagi jika sampah yang akan tersangkut. Peristiwa tersebut terjadi pada hari jumat (19/5/2017), pukul 10.00 wita.
Menurut Karmin, berdasarkan hasil pantauannya saat menijau langsung di lokasi robohnya talud penahan abrasi sungai tersebut diduga karena terjadi kesalahan bistek pada saat proyek dikerjakan pada tahun 2016 lalu, penggunaan material besi diduga tidak sesuai bistek.
“Penyebab robohnya talud penahan abrasi sungai kuat dugaan asal dikerja. Padahal, proyek itu baru saja dikerjakan pada tahun 2016 lalu,” ungkap Karmin.
Dikatakannya, pada saat dikerjakan proyek tersebut, terkesan asal dikerja. Faktanya material yang mereka gunakan terlihat pada saat terjadinya talud roboh.
“Materialnya pun dengan menggunakan besi tidak sesuai bistek pekerjaan,” beber Karmin. (run/red)