Reporter : Hendrik B
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota Kepolisian yang diduga melakukan pemukulan terhadap mahasiswa, saat mengamankan aksi di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (05/03/2019) lalu.
Pernyataan ini diungkapkan Brigjen Pol Iriyanto dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), yang mendatangi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (11/03/2019).
“Kami akan tindak, barang siapa yang melanggar hukum maka itu resikonya individu dan pihak Reskrim yang akan melakukan penyelidikan terhadap oknum Satpol PP. Saya sangat suport untuk membuat nota kesepahaman antara Polda dan UHO,” tegas Brigjen Pol Iriyanto.
Untuk tindakan yang akan diambilnya ini, kata Iriyanto, akan dilakukan secara transparan. Untuk itu, Ia meminta para mahasiswa untuk mengawal bersama penuntasan kasus kekerasan terhadap mahasiswa tersebut.
“Adapun anggota saya yang melakukan pelanggaran, kami akan tindaki melalui prosedur internal kami dan kawan-kawan nanti bisa kawal, kita transparan,” ujarnya.
Baca Juga :
- Dekan FEB Unusia Pimpin Kolaborasi Internasional Terbitkan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Q1 JURIS
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
Tak hanya itu, Ia juga berjanji melakukan audit sistem untuk melihat pola pengamanan yang dilakukan, saat mengawal jalannya aksi 5 Maret lalu, yang malah berujung bentrok dengan para mahasiswa.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Ketua BEM UHO, Mahco menuntut pencopotan Kapolres Kendari, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ulah anggota kepolisian yang dituding kekerasan terhadap mahasiswa.
“Kami meminta Polda Sultra untuk mengusut pemukulan terhadap massa aksi dan memecat oknum kepolisian yang terlibat, copot jabatan Kasat Pol PP Sultra, serta membuat nota kesepahaman dari pihak Polda dan UHO,” ucap Macho. (B)
