oleh

Tenun Buton Coba Lebih Diekonomiskan

-NEWS-71 dibaca

BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berinovasi untuk pengembangan daerah di masa pandemi Covid-19 yang masih belum usai juga.

Kali ini, daerah eks pusat Kesultanan Buton tersebut mencoba menjadikan tenun Buton lebih diekonomiskan yang merupakan salah satu budaya lokal setempat.

Memanfaatkan kasus pasien terpapar virus Corona yang saat ini melandai serta Kota Baubau yang masuk zona hijau peta penyebaran Covid-19, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Baubau menggelar Baubau fashion tenun festival di hypermart di daerah itu selama dua hari mulai 25 sampai 26 November 2021.

“Saat ini kita berada di era industri 4.0, era dimana sebagian besar aktifitas memanfaatkan perkembangan digital. Salah satu yang kita ubah soal tenun ini kalau dulu orang-orang tua kita menjadikan tenun ini sebagai seni hiburan maka kedepan ini harus menjadi sumber ekonomi. Kita harus ubah menjadi industri yang menghasilkan uang,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar dalam keterangannya Jum’at, 26 November 2021.

Roni menjelaskan bila tenun Buton menjadi industri yang memberikan penghasilan kepada para penenun maka rencana lebih mengekonomis tenunan Buton akan sejalan dengan rencana pemulihan ekonomi oleh pemerintah pusat pasca dihantam virus asal Cina selama dua tahun terakhir.

Ia mengatakan Pemkot Baubau juga akan memberikan dukungan kepada para penenun di Kota Baubau. Kedepan, ia menginginkan penenun bukan lagi kelompok wanita usia 40 tahunan keatas. Namun, para wanita usia muda juga bakal dilatih untuk melestarikan kearifan lokal milik masyarakat Kepulauan Buton tersebut.

“Pada masa mendatang intensitas dan kuantitas pembimbingan, pelatihan para kaum milenial akan jadi generasi penerus (Menenun) maka kecintaan terhadap tenunan Buton maupun untuk menjadi penenun akan tumbuh dengan sendirinya,” tuturnya.

Roni bilang melalui dinas terkait ditahun 2022 mendatang pihaknya akan melaksanakan program tematik pengembangan tenun. Kegiatan fashion tenun festival ini dapat terselenggara tidak terlepas dari situasi Kota Baubau yang sudah masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Baubau, La Ode Ali Hasan menambahkan kegiatan ini terlaksana dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan seperti memakai masker baik panitia maupun peserta kegiatan.

“Lomba ini diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), seluruh kecamatan dan kelurahan serta untuk umum juga. Kami pun melibatkan juri penilai yang profesional,” pungkasnya.

 

Penulis : Ardilan

Terkini