Redaksi
KENDARI – Alat berat milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP), akhirnya ditarik dari Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), dan dikembalikan ke basecamp perusahaan.
“Sudah dikembalikan ke basecamp,” jelas Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi saat dihubungi mediakendari.com, Minggu (25/8/2019).
Jemi tak menyebut secara pasti berapa jumlah alat berat perusahaan yang ditarik, termasuk jenis alat berat apa saja.
“Kurang jelas berapa, tapi banyak, lebih dari satu (alat berat),” imbuhnya.
Jemi bilang, kondisi di Desa Sukarela Jaya sudah mulai kondusif. Kejadian kemarin, kata Jemi, ada beberapa warga yang mengaku pemilik lahan menolak. “Situasi sudah kondusif dan aman. Ada tiga orang pemilik lahan kemarin yang menolak,” pungkasnya.
BACA JUGA :
- Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan
- Pencemaran Industri di Morosi Rugikan Warga Hingga Rp35 Miliar
- Kajati Sultra Selesaikan Ujian Akhir Sespimti Polri, Usung Strategi Penyelesaian Perkara SDA Berbasis Pemulihan Aset
- Eks Gubernur Sultra Nur Alam Resmi Gabung PSI Usai Bertemu Jokowi
- Polda Sultra Gelar Doa Bersama Dalam Rangka Menyongsong Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026
Diketahui, warga Desa Sukarela Jaya, Konkep, menghentikan aktivitas PT GKP yang melakukan pembukaan jalan hauling. Dilahan tersebut juga ditumbuhi beberapa tanaman seperti jambu mete dan pala. Sebelumnya, warga juga menahan beberapa karyawan PT GKP.
Warga Sukarela Jaya juga menolak keberadaan tambang yang diberoperasi didesanya.
